Tak Puas Keputusan Hakim, Nasabah BRI Ponorogo Naik Banding

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Tidak puas dengan keputusan pengadilan, nasabah BRI Ponorogo, Didin Irianawati warga Jalan Sulawesi 82, Ponorogo ini akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

Didin Irianawati menggugat BRI Cabang Ponorogo melalui Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo lantaran uang tabungan di rekening BRI miliknya berkurang misterius sejumlah Rp 87.654.321,-.pada sekitar bulan Desember 2017 lalu.

“Karena itu kami menuntut keadilan agar tidak ada korban lain yang senasib dengan saya. Dengan keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Ponorogo hari ini, kami akan mengajukan banding, semoga keadilan masih ada,”katanya.

Sementara itu kuasa hukum Didin Irianawati, Munawar usai putusan pengadilan kepada sejumlah awak media mengatakan,”gugatan kami ditolak oleh hakim pengadilan negeri Ponorogo, dengan alasan karena kelalaian dari pada pemilik tabungan,  mengapa tabungan itu kok sudah diinformasikan kepada orang lain, yang berakibat saldo tabungannya berkurang. Namun sebetulnya kalau kita lihat dari pada kronologis kejadian, bahwa tabungan itu sudah bobol (berkurang saldonya) sebelum ada tilpun masuk,”ujarnya.

Menurut Munawar, sebelumnya dari  wanprestasinya BRI itu di hearing dengan DPRD Ponorogo sangat jelas, yakni BRI akan memberikan separo dari pada jumlah uang nasabah (Rp. 87.654.321,-) yang ada di Bank.

“Jadi BRI dihadapan para wakil rakyat mengatakan akan mengganti uang nasabah separo, dan sisanya akan diberikan setelah proses hukum selesai,” ungkapnya.

Dengan adanya awal ini, lanjut Munawar kesepakatan yang sudah terjadi antara wakil rakyat dan BRI menjadi dasar dan pijakan atas pengakuan dari BRI yang mana akan mengembalikan uang nasabah separo.

“Setelah didesak agar mau mengembalikan separo dulu, hingga waktu delapan bulan,  BRI selalu menolak dan menolak dengan alasan masih proses,”  tandas Munawar.

Dengan putusan penolakan itu, menurut Munawar itu tidak tepat, karena secara tidak langsung BRI mengakui di hadapan para wakil rakyat kalau ada nasabah yang kebobolan dan BRI sanggup mengembalikan separo dulu.

“Sedang proses pidananyapun sampai sekarang juda belum ada kabar berita. Berdalih dan mengolor waktu hampir satu tahun lebih, jadi kalau dikatakan tidak ada wanprestasi, dia sudah wanprestasi  bahkan waktu itu BRI bilang dihadapan Wakil Rakyat di DPRD Ponorogo. Karena hakim bisa kita katakan sebagai suara wakil Tuhan, semoga upaya banding kami di Pengadilan Tinggi bisa diterima atau lewat kasasi atau lewat hukum yang lain,” pungkasnya.