Tentang Virus Corona, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Mikrobiologi

Dokter spesialis mikrobiologi klinik dari RSUD dr Iskak Tulungagung, Rendra Bramanti

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga kesehatan tubuh memang sangat penting dalam kondisi cuaca seperti saat ini. Ditambah lagi dengan informasi terkait penyebaran virus corona atau virus 2019-nCov.

Terlebih saat ini RSUD dr Iskak telah menerima satu pasien rujukan yang dicurigai terinfeksi virus penyebab penyakit pneumonia Wuhan tersebut.

Pasien dengan inisial YH tersebut mengalami panas tinggi dengan keluhan nyeri telan, usai melakukan perjalanan ke Korea Selatan.

Lantas, bagaimana penularan, penanganan, dan pencegahan virus yang telah menyebabkan ratusan orang tewas tersebut ?

Dokter spesialis mikrobiologi klinik dari RSUD dr Iskak Tulungagung, Rendra Bramanti menjelaskan, secara ilmu mikro virus corona ini adalah jenis baru. Sebab, yang tercatat sebagai golongan corona di WHO seperti halnya Sars, Mers, dan Ncov.

“Jadi golongan Virus Corona ini sebenarnya banyak,” katanya.

Rendra melanjutkan, namun untuk Virus Corona yang tengah mewabah saat ini merupakan mutasi baru. Dimana sebelumnya virus ini menyerang hewan, namun saat ini penularannya antar manusia.

“Awalnya virus ini menyerang hewan, ternyata sekarang diketahui juga bisa menyerang manusia,” jelasnya.

Masih menurut Rendra, Virus Corona ini menyerang saluran nafas. Menurutnya, semua pasien dugaan Corona akan mengeluh saluran pernafasan serta diiringi suhu tubuh yang tinggi.

“Virus ini menular lewat air ludah orang yang terinfeksi, jangkauannya juga cukup jauh, bisa empat meter,” imbuhnya.

Sedangkan tingkat kematian tergantung kondisi pasien. Ketika pasien ketahanan tubuhnya sedang menurun, dan ditambah ia mengidap penyakit yang lain, otomatis virus corona akan berkembang biak lebih cepat, dan angka kematiannya tinggi. Namun jika kondisi pasien bagus, maka pasien masih bisa diobati.

“Jadi masa inkubasi virus ini tergantung kondisi pasien,” terangnya.

Disinggung apakah virus corona tidak akan bisa hidup di wilayah tropis seperti di Indonesia sebagaimana informasi yang tersebar di beberapa media sosial, Rendra mengatakan belum ada penelitian secara resmi terkait hal itu.

Namun ia menegaskan bahwa virus ini dan mayoritas semua penyakit bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan diri, dengan rajin mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, serta menerapkan etika batuk yang baik.

“Ketika batuk atau bersin seyogyanya ditutup dengan siku tangan,” katanya.

Rendra menambahkan, jika ada masyarakat yang mengeluh tenggorokannya sakit saat menelan yang diiringi dengan suhu tubuh yang panas, jangan terburu-buru memvonis terinfeksi virus corona. Sebab, jika pasien tersebut tidak ada kontak dengan Negara yang terpapar Virus Corona seperti China dan Korsel, maka kemungkinan besar pasien tersebut hanya mengidap flu atau radang tenggorokan.

“Intinya, jika tubuh merasa sakit atau tidak nyaman segeralah periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat,” tukasnya.