Kades Pulo Lor : Proyek Pembangunan Kios Sudah Sesuai Prosedur dalam Pelaksanaannnya

proyek pembangunan kios di lapangan Pulo Lor.

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Pembangunan kios di lapangan Desa Pulo Lor, yang sempat menuai protes dari warga setempat nampak dikebut proses pengerjaannya, mengingat tenggang waktu masa pengerjaannya sudah mepet.

Meski warga setempat sempat protes karena khawatir akan terganggunnya fungsi lapangan, yang ditengarai sebagian warga tidak tahu maksud dan tujuan Pemerintah Desa (Pemdes) membangun kios tersebut, hal ini dikarenakan minim informasi yang diterima oleh warga setempat.

Sugeng Budiono selaku Kepala Desa (Kades) Pulo Lor, memaparkan bahwa untuk perencanaan pembangunan kios tersebut sudah 1 tahun lebih, dan pihak Pemdes juga sudah berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemkab Jombang, terkait penggunaan Dana Desa (DD), bisa atau tidak dipergunakan untuk membangun kios yang nantinya menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Sudah 1 tahun lebih, kami berencana untuk membangun kios yang nantinya akan menjadi BUMDes. Saya juga sudah berkordinasi dengan Bagian Hukum untuk pengelolaan keuangan dana DD tersebut, dan kesemuanya itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ungkapnya, Rabu(28/12/2016).

Masih menurut Sugeng, pembangunan kios yang ada di barat lapangan ini bertujuan untuk mengalihkan para pedagang yang ada di depan lapangan sebelah selatan, dengan tujuan agar muka lapangan nampak dari jalan raya, dan terlihat rapi.

“Pembangunan kios memang sedari awal direncanakan disisi barat lapangan, hal ini bertujuan agar muka lapangan desa nampak rapi dan indah dari jalan raya, mengingat lapangan desa ini berada di tengah kota dan berada di Kecamatan Jombang, tentu ini menjadi prioritas kami untuk menata para pedagang yang berada disebelah selatan dan tepat berada dimuka lapangan dari jalan raya,”tegasnya.

Saat disinggung soal untuk siapakah nantinya kios-kios tersebut diperuntukkan, dan bagaimana pengelolaannya, kades yang menjabat sejak 2013 lalu ini mengatakan,” yang jelas kios ini nanti untuk pedagang yang sudah berjualan di sebelah selatan lapangan, dan nantinya kita akan data dan membina, agar semua pedagang bisa masuk ke kios-kios tersebut, yang merupakan BUMDes milik Pemdes. Hal ini dikarenakan selama ini tidak ada kontribusi yang diberikan para pedagang kepada desa, serta untuk membatasi adanya bangunan-bangunan liar pihak Pemdes akan membangun taman beserta pagar, agar lapangan nampak indah dan kembali pada fungsinya,”ujarnya.

Lanjut Sugeng,” karena biaya yang dibutuhkan cukup banyak untuk mewujudkan rencana tersebut, maka proses pengerjaannya juga secara bertahap, dan untuk saat ini disamping membangun kios, Pemdes beserta pemuda pemudi juga membangun lapangan voly,” pungkasnya.(elo)