Teroris Purwakarta, Diduga Pernah Datangi Lapas Madiun

Kepala Pengamanan Lapas Kelas II Madiun, Tjahya Rediantana

KANALINDONESIA.COM, MADIUN : Diduga anggota kelompok terduga teroris yang digrebeg di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat beberapa waktu lalu pernah berkunjung di Lapas kelas II Madiun.

Kedatanganya adalah untuk membesuk salah satu narapidana teroris di Lapas Kelas II Madiun.

“Bisa jadi mereka pernah datang ke lapas ini, setiap pembesuk warga binaan. Pembezuk harus menyerahkan kartu identitas seperti KTP atau SIM untuk didata, usai membesuk kartu identitas dikembalikan. Saya tidak bisa memastikan mereka berapa kali menjenguk,”ucap Kepala Pengamanan Lapas Kelas II Madiun, Tjahya Rediantana, Rabu (28/12/2016).

Namun, Ia menyatakan tidak bisa memastikan berapa kali mereka pernah datang ke Lapas Kelas II Madiun, sebab nama beredar di media masa bukanlah nama asli.

“Nama mereka di media masa memakai nama alias. Kami semalam (Selasa, 27/12/2016) sudah menerima informasi itu dari pihak aparat keamanan,” terang Tjahya Rediantana.

Sesuai data yang ada, saat ini 5 orang narapidana teroris menghuni Lapas kelas II Madiun. Mereka yaitu Willam Maksum, Agung Hamid, Andi Kausal, Abdullah Umamit dan Ibnu Khaldun.

“Sesuai keterangan pihak Mabes Polri, didatangi kelompok Cigowendah diduga kuat Willam. Selama pembezuk menjenguk di Lapas, petugas hanya mengawasi. Kami tidak bisa mendekati untuk mendengarkan pembicaraan,” jelasnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Willam Maksum dan Agung Hamid adalah narapidana pindahan dari Lapas Lowokwaru Malang. Keduanya dipindahkan ke Lapas Kelas II Madiun, karena ribut dengan narapidana lain pertengahan Agustus 2015 lalu. Willam Maksum divonis 12 tahun dan Agung Hamid divonis seumur hidup.(AS)