Peran Berbeda, Berkas Pelaku Pembunuhan Ruwaeni dipisah

Kedua pelaku pembunuhan Rowaeni digiring petugas saat melaksanakan rekonstruksi. foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kasus kematian Ruwaeni (68), warga Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, polisi sudah menetapkan tiga tersangka. Namun, ketiganya tidak dijadikan dalam satu berkas perkara.

Berkas tersangka eksekutor Imam Winarto (37), warga Dusun Lembung Kidul, Desa Tunjungmekar, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, tersangka otak kejahatan Sunarto Supangkat (44), warga Dusun Boyo, Desa Sonoadi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, serta Purnomo (45), asal Kelurahan Gudhi, Kecamatan Babatan, Surabaya sebagai penada HP, dipisah sendiri-sendiri.

“Anggota masih melengkapi berkas perkara ketiga tersangka tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Davit Manurung.

Dia beralasan peran tersangka berbeda sehingga, berkasnya disusun sendiri-sendiri. “Saya kira kurang lebih 2 minggu lagi (pelimpahan berkas pertama), sambil menunggu sidik jari dari labfor Polda Jatim lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Baca:  HNSI Minta Pemkab Lamongan Tutup Perusahaan Yang Belum Ada Ijin Amdalalin

Davit khawatir hasil sidik jari ada yang tidak sesuai dengan harapan. Hasil ini untuk data pemberkasan.

“Sampai saat ini sebanyak, 16 saksi yang dimintai keterangan dari keluarga korban dan lainnya,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ruwaeni (68) yang juga ibu mertua Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi, ditemukan tidak bernyawa di Musholla rumahnya Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan (3/1/2020). Kejadian tersebut kali pertama diketahui oleh Salekan, penjaga rumah yang sudah bekerja hampir sepuluh tahun. Saat itu, saksi ingin menyalahkan lampu rumah sebab rumah yang biasanya terang malam itu tampak redup.

Setelah lampu dinyalahkan, saksi masuk ke rumah. Dia kaget melihat korban tergeletak di Musholla dengan luka di leher dan tangan serta banyak darah. Dia bergegas ke luar dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Kejadian ini juga dilaporkan kepada petugas kepolisian.

Baca:  Pengadaan Meja Pasar Peterongan Jombang, Diduga Ada Rekayasa dan Tekanan

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menetapkan tiga tersangka. Rekontruksinya dilakukan di rumah korban, Rabu (12/2/2020). Ada 23 adegan yang diperagakan oleh tersangka.

Sunarto Supangkat (44) yang menjadi otak kejahatan ini hanya memeragakan adegan diawal. Perencanaan dilakukan di warung milik tersangka Imam Winarto sekitar 150 meter sebelah utara rumah korban.

Imam menyepakati Rp. 200 juta untuk menjadi eksekutor. Setelah Sunarto memberikan uang Rp. 200 ribu di warung, adegan berlanjut hingga Imam membuang HP Nokia milik korban di kali tak jauh dari warungnya.(omdik/fer).