Perbaikan Turap Phb Di Jalan Pemuda Mulai Di Perbaiki

Perbaikan Turap Phb
Perbaikan Turap Phb

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM :  Perbaikan turap longsor saluran penghubung (Phb) Jl. Pemuda, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mulai dilakukan pada Kamis (13/2/20). Turap sepanjang 51 meter ini longsor akibat tergerus hujan dan debit air yang tinggi pada pekan lalu.

Satu unit alat berat dikerahkan dalam perbaikan turap saluran tersebut. Selain untuk mengeruk puing sisa longsor, alat berat jenis backhoe ini juga untuk membantu pemasangan cerucuk menggunakan kayu dolken.

Sejumlah satuan petugas (satgas) pasukan biru dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, juga terlihat sibuk melakukan perbaikan. Sebagiannya membantu satgas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Timur melakukan penopingan pohon di lokasi longsor.

Menurut Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur Santo, bahwa perbaikan turap saluran Phb Jl Pemuda ini dimulai pada Senin (10/2/20). Selain pengerukan sisa longsor juga dilakukan pemasangan cerucuk dengan kayu dolken yang ditargetkan rambung Kamis ini.

“Perbaikan turap longsor saluran Phb Jl. Pemuda sudah kita mulai. Tahap awal puing dikeruk dan dipasangi cerucuk agar tidak terjadi longsor susulan. Satu alat berat kita kerahkan untuk mempercepat proses penanganan,”kata Kasudin SDA Jakarta Timur.

Ia mengatakan, jika pemasangan cerucuk selesai, dilanjutkan dengan pemasangan beton cor di tempat. Agar turap lebih kokoh lagi, mengingat lokasinya di pinggir jalan protokol yang setiap saat dilintasi kendaraan bertonase tinggi.

“Panjang beton cor disesuaikan dengan kondisi kerusakan di lapangan yakni panjang 51 meter, lebar 1,5 meter dan ketinggian turap 2,7 meter. Selain alat berat, kita kerahkan 20 anggota satgas Pasukan Biru. Targetnya perbaikan turap longsor ini kelar dalam waktu satu bulan ke depan,”urainya.

Kasudin SDA Jaktim menambahkan, kendala yang dihadapi di lapangan cukup banyak, sehingga pekerjaan diprediksi mencapai satu bulan. “Mulai dari banyaknya jaringan utilitas, pipa air bersih milik PDAM, kabel milik PT. Telkom, PT. PLN, fiber optik dan pohon di lokasi, sehingga pihaknya harus ekstra hati-hati dalam melakukan penanganan,”pungkasnya.@Wn