Komisi E DPRD Jatim, Minta WNI dari Natuna yang Akan Dipulangkan Dicek Lagi di RS Dr Soetomo

KANAL INDOENSIA.COM Komisi E DPRD Jatim meminta kepada Pemprov Jatim untuk melakukan doble cek kepada waga Jatim yang akan dipulangkan setelah di karantina selama 2 pekan di Natuna.

Anggota komisi E Dr Benjamin Kristianto mengatakan, ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa 65 WNI asal Jatim yang pernah tinggal di Wuhan dan sudah dikarantina ini benar benar sudah steril dari virus Corona.

“Kita kan tidak tahu model pemeriksaan di Natuna seperti apa. apakah sudah dilakukan pemeriksaan secara regent atau specifik tentang penyakit ini atau hanya berupa cek up biasa, seputar panas, flu, dan pemeriksaan umum lainnya,” ungkap Politisi Gerindra ini.

karenanya sesampainya mereka di Jatim Benjamin meminta Pemprov dalam hal ini Dinas Kesehatan Jatim melakukan cek ulang dengan memeriksa ulang di RSUD Dr Soetomo, dan dilakukan cek laboratorium. “Jadi begitu sampai di Juanda langsung dibawa ke (RS) Dr Soetomo. ditempatkan diruang isolasi di sana. Nanti berapa lama di sana ya tergantung bagaimana hasil cek. kalau memang benar sehat,  ya dipulangkan langsung. Karena kasihan juga mereka sudah ditunggu keluarga, namun kalau ada indikasi YA (+) diisolasi lagi yang penting dicek di laboratorium secara specifik untuk peyakit ini,” ungkap Politisi yang juga seorang dokter ini.

Baca:  Harga Daging Sapi

Ketua KESIRA Jatim ini mengatakan bisa saja memang secara fisik mungkin sehat, tapi bisa jadi dia adalah carier atau pembawa virus tersebut, “Persoalannya saat ini kata Benjamin belum ada alat khusus yang dimiliki kita untuk medeteksi khusus penyakit ini, jangan sampai malah false negative atau negatif palsu yaitu kesalahan di mana hasil tes tidak tepat menunjukkan tidak adanya kondisi (hasilnya negatif ), padahal kenyataannya itu ada. Maka sebaiknya ini diantispasi, dan saya yakin Dr Soetomo mampu lah melihat ini, termasuk memiliki ruang untuk isolasi penyakit menular seperti ini,” tambahnya.

Karenanya Benjamin juga mengingatkan cek yang dilakukan jangan sampai bepredikat false negative,” Jika disebutkan tidak ada (virus corona), bukan karena memang benar benar tidak ada. Bisa jadi karena secara laboratorium belum dicek dengan pantauan khsusus penyakit ini yakni mendeteksi 2019-ncov apalagi menurut informasi yang ada, laboratorium medis Indonesia tidak memiliki kit pengujian yang diperlukan untuk cepat mendeteksi coronavirus Wuhan. Jad sebaiknya di lakukan doble cek lah. Jangan sampai kecolongan,” pungkasnya.

Baca:  Dialogis dengan Nelayan Munjungan Wujudkan Kamtibmas

Menurut rencana , sabtu (152/2020) 65 WNI asal Jatim ini akan tiba di Juanda Surabaya dari Natuna dan akan langsung dipulangkan ke keluarganya masing masing nang