Komisi IV DPRD Pacitan Kawal Pembangunan Tanggul Gayuhan, Agar 2020 Bisa Dibangun

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Akibat instensitas curah hujan yang sangat tinggi, menyebabkan anak sungai Grindullu meluap dan mengakibatkan tanggul di Desa Gayuhan Kecamatan Arjosari jobol sepanjang 40 meter. Akibat jebolnya tanggul tersebut air sungai masuk ke pemukiman penduduk yang berada di sekitar lokasi.

Tanggul anak Sungai Grindulu yang terlerak di Dusun Krajan, Desa Gayuhan Kecamatan Arjosari, Pacitan jebol sepanjang 40 meter dengan ketinggian 3 meter. Saat kejadian itu juga Dinas PUPR, BPBD dan jajaran Forkopimcam Arjosari langsung ke lokasi Desa Gayuhan untuk memberikan pertolongan jika terjadi banjir yang lebih besar lagi.

Yudo Tri Kuncoro Kabid Pengairan PUPR Kabupaten Pacitan menjelaskan, adanya informasi tanggul jebol di Desa Gayuhan kami langsung kelokasi bersama BPBD serta jajaran Forkopimcam dan dibantu masyarakat untuk mengantisipasi adanya luapan yang lebih besar, jika itu terjadi kami semua sudah siap mengevakuasi warga yang terdampak banjir ” kami bersyukur bahwa tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ” jelas Yudo.

masih menurutnya, ke esok harinya kami Dinas PUPR , BPBD dan jajaran Forkompimcam dibantu masyarakat mengadakan kerja bhakti bersama dengan meletakan Send Bag ( sak plastik ) berisi pasir di area jebolnya tanggul ” itu untuk sementara saja ,” ulas Yudo,pada Jumat (14/02/2020).

Untuk menindaklajuti kejadian itu, selang harinya Dinas PUPR bidang Pengairan Kabupatrn Pacitan langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS ) Bengawan Solo Jawa Timur yang ada di Madiun Jawa Timur.

” Kita sudah berkoordinasi dengan PPK OP 3 BBWS Bengawan Solo di Madiun, dan mereka siap untuk menangani kerusakan parapet Sungai Brungkah Desa Gayuhan tersebut melalui dana OP sungai, dan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 ini, ” pungkas Yudo.

Adanya bencana jebolnya tanggul tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pacitan Pujo Setyohadi,S.Pt berharap ” Penanganan tanggul permanen harus segera dilakukan, karena berdampak kerugian yg besar terhadap masyarakat sekitar dan juga pertanian setempat.

“Kami berharap sudah adanya koordinasi antara Dinas PUPR bidang Pengairan dengan BBWS Bengawan solo akan segera dibangun tanggul permanen ditahun 2020 ini. Agar masyarakat tidak khawatir jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” itu harapannya.

sementara ini, Pujo Setyohadi, S.Pt menambahkan, saat ini sudah diletakan send bag ( kantong plastik ) untuk penahan deras air sungai jika terjadi banjir, dan kami Komisi IV DPRD Pacitan akan terus berkoordinsi dengan Dinas PUPR, BPBD dan BBWS Bengawan solo secepatnya dibangun di tahun 2020 ini,” tambahnya.( Bc )