Dewan Ajak Rapat Polisi dan Kejaksaan Terkait UB

Rapat Gabungan DPRD Kota Kediri Komisi A,B,C dan Polisi

KANALINDONESIA.COM, KEDIRI: Polemik pembangunan kampus III Universitas Brawijaya ( UB ) dikota Kediri mulai dipertanyakan masalah hukumnya oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) kota Kediri hingga mengundang pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Namun konsultasi tersebut hanya pihak kepolisian yang datang dan pihak Kejaksaan tak hadir serta belum menemukan titik temu yang jelas.

Rapat kerja gabungan antara komisi A, B, C DPRD Kota Kediri diruang paripurna mempertanyakan masalah hukum ke kepolisian yang diwakili oleh IPDA. Nanang Sugianto Kanit Tipikor Polresta kediri. Pertanyaan yang dilontarkan pihak dewan yang ikut dalam persidangan tersebut adalah mengenai anggaran yang dipakai oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang menggunakan APBD 2016 untuk pembangunan kampus III UB sebesar Rp 19 miliar, padahal sesuai aturan tidak boleh memakai APBD dan harus memakai APBN,”sesuai aturan pembangunan untuk perguruan tinggi memakai APBN dan untuk setingkat SMA aja memakai APBD Propinsi,”kata Nurudin ketua Komisi B dari fraksi PKB DPRD kota Kediri, Rabu (28/12/2016).

Namun, pihak kepolisian tak berani menjelaskan secara rinci akan pertanyaan dewan tersebut, justru pihak kepolisian menjawab kalau pertanyaan dewan tersebut bukan domain kepolisian untuk menjelaskan,”karena hingga saat ini polisi belum melakukan penyelidikan dan juga belum ada laporan yang masuk,”kata Nanang, Rabu (28/12/2016).

Terpisah, Harianto ketua komisi A DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDIP dalam keterangannya mengatakan jika hasil konsultasi dengan pihak hukum belum juga menemukan titik terang.

“Dewan hanya ingin dibelakang hari tak ada masalah hukum dan dewan terseret-seret akan pembangunan kampus 3 UB yang menyalahi aturan,”kata Harianto usai Sidang.

Harianto juga menyayangkan ketidak hadiran pihak kejaksaan negeri Kota Kediri dalam audensi dengan pihak dewan tersebut,”padahal pihak dewan sudah mengundang beberapa waktu lalu ke Kajari,”pungkas Harianto.@ G Marmoyo