Dewan Pers Ingatkan tiga ancaman untuk media

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Wakil ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun mengatakan media nasional harus mendapatkan perlindungan.

Hal itu seperti disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Hari Pers Nasional di Banjarmasin pada 8 Februai lalu. Presiden saat itu mengatakan media yang harus dilindungi, adalah media yang good jurnalisme, atau media yang baik. Yaitu media yang memenuhi standart kode etik sehingga masyarakat bisa menikmati produk jurnalistik yang bermutu.

Hendry mengatakan hal tersebut di acara Forum Group Discussion Penguatan Kapasitas Pers dalam mendukung pembangunan kota Madiun, Rabu 12 Februari 2020 lalu. FGD yang diselenggarakan Dinas Kominfo Kota Madiun menghadirkan nara sumber Wali Kota Madiun Maidi, wakil ketua Dewan Pers Hendry Ch bangun dan ketua PWI jatim Ainurrohim.

Baca:  Advokat se-Jawa Timur Hadiri Program Sosialisasi E-Litigasi, Gugatan Sederhana dan Era Terang

“Ancaman terhadap media massa konvensional dimasa sekarang dan mendatang diantaranya pertama perubahan perilaku konsumen, yaitu yang penting dapat berita terlebih dahulu sedangkan benar tidaknya belakangan. Ancaman kedua menyangkut teknologi yaitu adanya perusahaan bukan berita tetapi mengambil berita,dan mendapatkan keuntungan sendiri tanpa membayar karyawan pembuat berita. Sedangkan ancaman ketiga menurutnya adalah kecenderungan memburuknya kualitas jurnalistik karena sisi internal sendiri,”ucapnya.

Hendry pun menyambut baik jika pemerintah kota Madiun menjembatani, dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan. Uji kompetensi ini penting untuk mengukur seperti apa kemampuan atau kekurangan wartawan, Hal itu dalam rangka meningkatkan mutu dari produk jurnalistik.

Ketua PWi jatim Ainur Rohim dalam statemen penutup mengingatkan penetrasi media sosial saat ini luar biasa, dan media tidak tahu apa yang akan terjadi pada 5- 10 tahun mendatang.

Baca:  DPRD Trenggalek Minta OPD Terkait Segera Normalkan Akses Rusak Akibat Longsor

Untuk itu pelaku pers agar tidak salah membaca lingkungan media, karena bisnis media saat ini sangat berbeda dengan era 2013 an. Dimana saat ada pergeseran pengkonsumsi media dari media tradisonal ke era digital atau internet.

“Membangun kapasitas itu penting karena bisnis media adalah kepercayaan untuk itu harus menjaga etika, menjalankan profresi dengan baik,”ucap Ainur.

Sementara itu Walikota Madiun Maidi menganggap pers penting dalam mendukung pembangunan di kota Madiun. Maidi pun menyatakan tidak anti kritik, yang penting disampaikan secara utuh dan berimbang. Karena ia menganggap pers ketat dan dekat, tidak lain pers dipersilahkan untuk terus mengawasi jalannya pemerintahan dengan produk berita yang berkualitas, dan dekat karena pemerintah tidak bisa lepas dari pers.

Baca:  Sidang Pembunuh Mantan Istri, Terdakwa Nyaris Dihakimi Keluarga Korban