Tim Aset Lanud Halim Perdanakusuma Tertibkan Bangunan Liar Di Lahan TNI AU

bangunan liar di lahan TNI AU
bangunan liar di lahan TNI AU

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM : Tim Aset Lanud Halim Perdanakusuma menertibkan bangunan liar di lahan TNI AU di Cipinang Melayu yang berdekatan dengan Komplek Trikora Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (14/2/20).

Sebanyak 35 personel tim Aset dipimpin oleh Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Tek Ruhimat, S.T., M.M dengan menyertakan unsur terkait intern Lanud Halim Perdanaksuma dan Satharlan Disfaskonau.

Kadislog Lanud Halim Perdanakusuma menjelaskan, penertiban dan pemutusan akses masuk berupa jalan buatan, dimaksudkan untuk mengamankan asset TNI AU dari pihak-pihak yang akan berupaya mendirikan bangunan di lokasi tersebut. Akses masuk ke lahan TNI AU berupa urukan bekas bangunan yang ditimbun di kali.

Baca:  Belasan Siswa TK di Ngawi Tertimpa Gedung Kelas Roboh Saat Belajar

“Ini yang kami putuskan menggunakan eskavator milik TNI AU, untuk menghindari timbulnya bangunan tanpa ijin di lokasi tersebut, oleh oknum-oknum yang secara sengaja ingin mengokupasi tanah negara. Dilokasi, kami sempat menemukan beberapa bangunan tanpa ijin, berada di lahan TNI AU, sudah kami tertibkan dengan disaksikan pemiliknya,”kata Kadislog Lanud Halim Perdanakusuma.

Menurutnya, Dasar hukum Tim Aset Lanud Halim Perdanakusuma untuk melakukan penertiban dalam bentuk pemutusan akses jalan Cipinang Melayu menuju Komplek Trikora di dasarkan pada PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara.

“Pada Bab VI Pasal 42 ayat 2 disebutkan pengelola barang, pengguna barang dan kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan barang milik negara di bawah penguasaanya, baik pengamanan fisik, pengamanan adminsitrasi dan pengamanan hukum,”jelasnya.

Baca:  Cegah Abrasi , Panglima TNI dan Kapolri Tanam 20.000 Mangrove

Sementara dilokasi penertiban, Kepala Hukum Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Sus Azhari, S.H., M.H. menyampaikan, bahwa lahan yang ditertibkan sudah memilki keabsahan, baik secara de facto maupun de jure.

“Lahan ini sudah memiliki sertifikat hak pakai yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur, Nomor 12 Tahun 2017 dengan luas 511.986 meter persegi. Sertifikat yang kami pegang merupakan dasar hukum yang tak terbantahkan bagi kami untuk mengamankan tanah negara di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma ini”, pungkasnya.@Wn