Jawab Keraguan Masyarakat, Angely Emitasari Lakukan Gebrakan Cerdas

 

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Banyak orang beranggapan bahwa viralnya Kepala Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan saat pelantikan di Pendopo Lokatantra pada Kamis, 7 Nopember 2019 bersama 369 kepala desa yang lainnya oleh Bupati Lamongan, Fadeli,  karena sang kepala desa memiliki wajah cantik dan juga seorang biduan. Sebagian orang bahkan menyangsikan kemampuan kepala desa yang baru berumur 28 tahun untuk mengelolah sebuah tatanan pemerintahan.

Hampir sebulan sejak pelantikannya, Angely Emitasari, Kepala Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame tersebut, wajah dan namanya banyak menghiasi media yang ada di negeri ini. Bahkan beberapa stasiun televisi di negeri ini secara khusus menghadirkannya ke Jakarta untuk menjadikannya sebagai bintang tamu pada sebuah acara. Bahkan masyarakat yang tadinya tidak mengetahuinya akhirnya mencoba membuka youtube yang memuat penampilan Angely saat bersama group musiknya.

Sesudah itu, nama Angely sedikit tenggelam. Mungkin saja, masyarakat luas akan berpikir atau menganggap bahwa Angely akan cepat terlupakan, bahkan dianggap tidak akan beprestasi di desanya.

“Saya berangkat mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Kedungkumpul ini karena panggilan sebagai anak desa yang ingin melihat desanya bisa setara dengan desa-desa yang lain,” kata Angely.

Angely Emitasari mampu memberikan jawaban kepada keraguaan masyarakat dengan memberikan perubahan di desanya. Angely bukan mengandalkan ketenaran dan dukungan keluarga yang memang terkenal di desanya semata. Latar belakang pendidikan Angely adalah seorang Sarjana Ekonomi, tentunya mampu membuat dirinya juga dapat berpikir visioner.

Beberapa terobosan pun dihadirkan, diantaranya membuat program Pengurusan KTP elektronik, Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak secara massal  berjalan baik di desanya. Warga Kedungkumpul nampak antusias menyambut program Kades cantiknya ini dengan memenuhi balai desa. Program ini memang terlihat biasa, namun inilah persoalan yang selama ini harus dicarikan solusinya. Dikatakan Angely, bahwa jarak desa ke pusat kota terbilang jauh sehingga banyak warganya yang tak tertib administrasi kependudukan. Angely akhirnya memilih untuk mendatangkan kembali petugas dari Dispendukcapil Lamongan ke desanyasehingga  warga bisa terlayani terbantu untuk pengurusan syarat-syarat administrasi.

“Alhamdulillah warga nampak antusias,” kata Angely

Gebrakan program yang dilakukan oleh Kades Angely Emitasari patut diapreasisi. Berbuat sesuatu untuk masyarakat desa memang adalah tanggung jawabnya, tapi kenyataannya masih ada juga kepala desa yang gagal melakukan hal itu.

Cerita tentang Kades yang tidak nampak berbuat apa-apa bagi desanya, kerap terdengar. Hal ini memungkinkan karena Kades seperti jabatan politik yang dipilih karena keinginan masyarakat.

Jikalau masyarakat gagal diedukasi untuk memilih Kades yang tepat, maka amat mungkin hal ini terjadi. Apalagi jika pemilihan Kades yang diharapkan demokratis juga dicampuri dengan kepentingan-kepentingan tertentu.

Angely juga sudah mempersiapkan program selanjutnya yakni PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) atau sering disebut sertifikat tanah masal serta BPJS dan KIS bagi yang belum memiliki. Angely Emitasari, paling tidak sampai saat ini memberikan contoh dan membuktikan bahwa profil ketenaran dirinya sebagai biduan dangdut terkenal, berparas cantik hanyalah sebuah  sarana agar dirinya dapat  berbuat sesuatu bagi masayarakat desanya.(omdik/fer)