Satu WNI Wuhan Asal Ponorogo Tiba di Rumah Tinggalnya

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Satu orang WNI yang sedang menempuh kuliah di Wuhan, Eka Danang Susanto(18) warga RT 02/ RW 01, Dukuh Kebatan 01, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jatim telah dijemput keluarganya di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (15/02/2020) sekira pukul  23.00 WIB.

Eka Danang Susanto merupakan satu diantara 238 WNI yang dikarantina oleh pemerintah RI di Pulau Natuna karena sebelumnya berdomisili di Kota Huangshi Hubei, Wuhan, Tiongkok.

Hubei sendiri ditempuh dengan perjalanan selama 1,5 jam dari Wuhan, Tiongkok yang merupakan kota asal munculnya virus Corona

Prosesi penjemputan dan penyambutan Eka Danang Susanto sekitar pukul 23.00 WIB yang bersangkutan beserta rombongan tiba di bandara Juanda Surabaya dan disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Baca:  Transparansi dan Keterbukaan Informasi Melalui Sistem Bersatu Lawan COVID

Usai penyambutan selesai, Eka Danang Susanto langsung meninggalkan Surabaya menuju Ponorogo bersama keluarganya dengan mengendarai mobil pribadi dan tiba di rumah tinggal yang berada di Desa Campurejo, Kecamatan, Sambit, Ponorogo sekira pukul 03.20 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Rahayu Kusdarini saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone seluler mengatakan,”kami sampai saat ini belum ada instruksi secara resmi. Dan pada dasarnya mereka dinyatakan sehat oleh Kemenkes berdasar standart WHO,”ucapnya.

Danang yang merupakan lulusan SMK Keperawatan berangkat ke Kota Hubei untuk melanjutkan kuliah S1 kedokteran di Hubei Polytechnik University dan berangkat pada bulan Agustus 2019 lalu. Selama kuliah, Danang tinggal di asrama kampus dengan pembiayaan kuliah mandiri.

Baca:  Update COVID-19, Sembuh 426, Meninggal Jadi 459 dan Positif 4.839

Pada saat muncul virus Corona di kota Wuhan Tiongkok pemerintah RI langsung mengambil tindakan cepat dengan mengevakuasi 238 WNI yang ada di kota Wuhan dan sekitarnya yang diantaranya ada 55 orang dari kampus tempat kuliah Eka Danang Susanto yang kemudian dipulangkan ke Indonesia dan dikarantina terlebih dahulu di pulau Natuna selama 14 hari untuk memastikan mereka bebas dari virus corona.

Setelah dikarantina dan dipastikan kondisi sehat seluruh WNI dipulangkan ke daerah masing-masing oleh pemerintah RI

Untuk rencana kedepan masih menunggu perkembangan situasi dan informasi lebih lanjut dari Pemerintah RI.

“Kami berusaha untuk memberikan pemahaman kepada warga sekitar bahwa yang bersangkutan sudah dinyatakan sehat oleh Kemenkes RI. Dan untuk selanjutnya kami akan berkordinasi dengan Puskesmas Sambit untuk melakukan pengecekan dan pengawasan kesehatan terhadap yang bersangkutan,”ucap Kapolsek Sambit, AKP Sutriatno.

Baca:  UNBK SMPN Pantura Berjalan Lancar