Plafon Ruang Rawat Inap Puskesmas Kesamben Jebol

Plafon ruangan rawat inap di Puskesmas Kesamben yang jebol (foto: Elo_kanalindonesia.com)

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Baru dua bulan dibangun, plafon ruang rawat inap Puskesmas Kesamben, Jombang Jawa Timur, sudah jebol.

Pembangunan Puskesmas Kesamben ini merupakan proyek yang dinaungi oleh Dinas Kesehatan Jombang di tahun 2019.

Tak tanggung-tanggung anggaran yang digunakan mencapai Rp 3.066.731.738,49 dari APBD Jombang 2019.

Proyek ini dikerjakan PT Wiratama Graha Raharja, yang beralamat di Jl. Pagesangan 4 Kencana 2/25 , Kota Surabaya, dan baru selesai pada bulan Desember 2019.

Akibat plafon ruang rawat inap Puskesmas yang jebol, terpaksa ruangan tersebut dikosongkan.

Mengingat, Puskesmas ini memiliki dua ruang rawat inap, yakni ruang inap 1 di gedung sebelah barat, dan ruang rawat inap 2 di sisi timur.

Baca:  Gaktiplin Juga Berlaku Bagi Seluruh Anggota Propam

Jebolnya plafon ruang rawat inap berukuran kurang lebih 6×4 meter ini, terjadi sejak Kamis (13/2). Di ruangan tersebut masih terlihat reruntuhan plafon yang masih berserakan di lantai. Sedangkan, plafon yang jebol tersebut mencapai 1,5 meter.

“Ini (jebolnya, red) sudah dua hari yang lalu,” kata Kepala Puskesmas Kesamben, Meridian Geodesi saat ditemui di ruangannya, Sabtu (16/02/2020).

Lebih lanjut Meridian menegaskan, kerusakan pada plafon ruang inap 1 ini sudah terlihat sejak seminggu yang lalu. Karena itu, ruangan tersebut sudah terlebih dulu dikosongkan.

“Pelayanan sudah kita alihkan ketika beresiko akan terjadinya ambrol ya. Kita sudah antisipasi dan kita pindahkan ke bagian yang aman,” katanya.

Baca:  Puluhan Jurnalis Trenggalek Deklarasikan Anti Hoax

Dan untuk pelayanan kesehatan, saat ini pihak Puskesmas Kesamben hanya menggunakan satu ruang inap di bangunan sebelah timur. Ruang inap ini hanya berkapasitas 5 tempat tidur pasien.

Namun demikan, Kepala Puskesmas mengaku, biasanya puskesmas ini hanya melayani 5-6 pasien rawat inap setiap harinya.

Bahkan, ia mengaku pelayanan untuk rawat inap tidak terganggu dengan berkurangnya satu ruang rawat yang plafonnya jebol. “Pelayanan aman tidak terganggu. Selama ini sih hanya 5-6 pasien, ya tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Atas terjadinya insiden plafon jebol itu, Kepala Puskesmas berharap pada kontraktor agar kerusakan di ruang rawat inap 1 segera diperbaiki.

“Harapannya sih bangunan ini bisa bertahan lama, kalau ada yang oerlu diperbaiki ya segera diperbaiki. Ini masih masa peliharaan. Kita sudah komunikasi dengan pihak kontraktor,” pungkasnya.(elo)

Baca:  Motivasi Siswa, SMAN 1 Bendungan Datangkan Alumni