Pembangunan Puskesmas Kesamben Asal-asalan, Rekanan Tak Diblacklist

Plafon Puskesmas Kesamben yang jebol(Foto: Elo_kanalindonesia.com)

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM : Seperti diberitakan sebelumnya, jebolnya plafon ruang rawat inap Puskesmas Kesamben Jombang, Jawa Timur, mendapat sorotan dari wakil rakyat di gedung DPRD Jombang.

Dewan menilai pembangunan Puskesmas yang dikerjakan rekanan dari PT Wiratama Graha Raharja, terkesan asal-asalan.

Bagaimana tidak, bangunan yang baru dibangun dua bulan lalu, dan didanai dengan anggaran APBD tahun anggaran 2019, sebesar 3 Milyar lebih itu, sudah jebol plafonnya, akibat rembesan air dari lantai diatasnya.

Atas hal tersebut, wakil rakyat di Komisi C DPRD Jombang meminta agar pihak Dinas terkait untuk melakukan blacklist pada rekanan.

Meski wakil rakyat meminta agar Dinas bersikap tegas, tampaknya Dinas Kesehatan Jombang tidak memberikan sanski terhadap pihak rekanan.

Baca:  Siklus Tropis Di Jawa Selatan Sedang Tak Stabil,Waspadai 5 Kecamatan Sebagai Jalur Angin

”Untuk blacklist kan ada aturan yang mendasari, kita mengikuti aturan yang ada dalam kegiatan barang atau jasa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Subandriyah, Senin (17/02/2020).

Lebih lanjut Subandriyah mengatakan bahwa pihak Dinas Kesehatan tidak bisa serta merta kemudian bisa melakukan blacklis terhadap kontraktor secara langsung. Pasalnya, bangunan itu masih dalam masa pemeliharaan. ”Itu juga kan masih menjadi tanggung jawab rekanan untuk memperbaiki,” katanya.

Dan untuk saat ini, sambung Subandriyah, saat ini pihak rekanan sudah melakukan perbaikan. Yang jelas untuk masa perbaikan ini selama satu tahun. “Itu juga sudah selesai, dikerjakan selama dua hari,” terangnya.

Selain itu, Kadinkes juga mengintruksikan ke rekanan yang mengerjakan bangunan puskesmas di kecamatan lain, untuk lebih respon terhadap keluhan pihak puskesmas. Sehingga, kejadian ini tidak sampai terjadi.

Baca:  Satgas Narkoba Bangkalan Bekuk 4 Pengedar Sabu - Sabu Seharga Rp.1,75 Miliar

”Semua puskesmas menjadi perhatian khusus. Karena seperti Kesamben ini nampaknya seperti tidak ada masalah. Tapi hasilnya seperti ini,” tegasnya.

Ia juga meminta agar perbaikan juga dilakukan secara maksimal. ”Yang jelas untuk kontraktor yang lain harus lebih responsif lagi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, plafon ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben, diketahui jebol pada hari Kamis kemarin (13/2). Padahal, bangunan puskesmas ini baru selesai direhab total Desember 2019.

Akibatnya, pelayanan kesehatan dipindah ke lokasi ruang inap lainnya.(elo)