Plafon Puskesmas Jebol, Ketua DPRD Minta APH dan Inspektorat Turun

Plafon ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben yang jebol

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  : Seperti diberitakan sebelumnya, plafon ruang rawat inap di Puskesmas Kesamben, Jombang Jawa Timur, jebol.

Akibatnya, ruang untuk inap pasien dipindahkan. Hal ini dianggap peristiwa plafon kebo itu mengganggu, pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Kesamben.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jombang, Masud Zuremi meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) mapun Inspektorat turun tangan, terkait rusaknya plafon puskesmas tersebut.

Pasalnya, bangunan Puskesmas Kesamben baru saja dibangun dua bulan yang lalu. Dan menelan anggaran 3 Milyar lebih dari APBD tahun 2019.

”Intinya semua bangunan yang abruk ambrol menandakan semua perencanaan maupun pelaksaanaan ambruladul,” ujar Ketua DPRD Jombang, Selasa (18/02/2020).

Lebih lanjut politisi PKB itu menuturkan, semua pihak terutama inspektorat harus menyelidiki bangunan tersebut, karena banyak kejanggalan dalam proses pengerjaan bangunan.

Baca:  Seniman Gunakan Pengantar Bahasa Jawa, saat Upacara Peringatan HUT RI ke 73

”Tidak hanya bangunan puskesmas Kesamben saja yang mendapat perhatian tapi proyek-proyek yang lain juga harus mendapat perhatian,” tegasnya.

Masih menurut penjelasan ketua DPRD Jombang, selain Puskesmas Kesamben, banyak proyek yang ambruladul diantaranya Puskesmas Mojowarno, Peterongan dan RSUD Ploso.
”Seperti Peterongan ini kalau hujan banjir,” katanya.

Selain itu, Ketua DPRD juga menegaskan ambruladulnya beberapa proyek di Jombang, dikarenakan kurang profesionalnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam melakukan tugasnya.

Selain itu, sambung Ketua DPRD, tidak ada kegetegasan dari pihak PPK untuk mengawasi setiap pelaksanaan kegiatan.

Ketua DPC PKB ini menambahkan, untuk itu karena ini masih dalam masa perawatan. PPK harus mendesak pihak kontraktor untuk memperbaiki, titik-titik mana saja yang mengalami kerusakan. ”Jadi PPK harus tegas mendesak agar kontraktor menjalankan tugasnya,” ungkapnya.

Baca:  Launcher Girder Tol Soker yang Ambruk, Hari ini Dievakuasi

Dikhawatirkannya, apabila tidak ada perbaikan maupun pengawasan, bangunan setelah digunakan rusak dan menimbulkan korban jiwa. ”Kan itu malah sangat berbahaya apabila ada korban,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa proyek pembangunan gedung Puskesmas Kesamben dikerjakan oleh PT Wiratama Graha Raharja, yang beralamat di Jl. Pagesangan 4 Kencana 2/25 , Kota Surabaya, dan baru selesai pada bulan Desember 2019.(elo)