KPPBC Madiun Musnahkan Barang Kena Cukai Tidak Sesuai Ketentuan

pemusnahan rokok dan minol

KANALINDONESIA.COM, MADIUN : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pratama Madiun memusnahkan 35.830 batang rokok hasil tembakau jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), 173 botol Minuman mengandung etilalkohol (MMEA) serta 108 bungkus tembakau iris sejumlah barang tersebut termasuk barang kena cukai tidak sesuai ketentuan, Kamis (29/12/2016).

Barang dimusnahkan petugas, merupakan hasil sitaan dari tempat penjualan eceran dan penyalur.

Barang tersebut diperoleh dari wilayah kerja KPPBC Pratama Madiun, yakni meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan. Sitaan, paling banyak di Kota Madiun berupa minuman beralkohol (minol).

“Barang dimusnahkan merupakan hasil penindakan selama tahun 2015 hingga semester kedua tahun 2016. Pemusnahan sejumlah barang tersebut, berdasarkan keputusan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun, tertanggal 1 Juli 2016 dan 13 Desember 2016,”ucap  Pelaksana tugas KPPBC Pratama Madiun, Nurtjahjo Budidananto.

Pemusnahan ini berdasarkan surat keputusan KPKNL S-15/MK.6/WKN.10/KNL.06/2016 dan S-28/MK.6/WKN.10/KNL.06/2016.

Penindakan dan pencegahan dibidang cukai tidak sesuai ketentuan, diatur dalam UU No. 39/2007 tentang perubahan UU No. 11/2015.

Modus pelanggarannya bervariasi, meliputi pabrik barang kena cukai tanpa izin, penyalur MMEA tanpa ijin, tempat penjualan MMEA, tanpa dokumen serta hasil tembakau tanpa dilekati pita cukai.

“Ada di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pemilik warung manyatakan dititipi seorang salesman mengaku dari Kabupaten Sragen sekitarnya. Para sales rokok polos menyasar daerah dipelosok atau jauh dari pengawasan aparat,” tandasnya.(AS)