Tes TS-1610 Falcon Star Bagus

MAGETAN, KANALINDONESIA.COM: Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyaksikan langsung Tes Flight Perdana Pesawat TS-1610 Falcon Star-Emlu. Pesawat perdana itu adalah F-16 Block A/B, rencananya dilanjutkan 3 pesawat lain, melakukan terbang selama 45 menit. Bagaimana mana hasilnya ?

“Laporan penerbang dari Lockheed Martin AS dan pemeriksaan teknisi, masih memerlukan sedikit perbaikan pada beberapa titik. Jika dihitung masuk kategori bagus,” ujar Marsekal Yuyu Sutisna, kepada wartawan, usai menyaksikan Tes Flight Perdana di Skadron 3 Lanud Iswahjudi Kabupaten Magetan, Selasa (18/2/2020).

Upgrade pesawat ke-2 nanti, tambahnya, masih melibatkan sejumlah orang dari Lockheed Martin sebagai supervisor, ditambah sebanyak 115 personil Skadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi dan 10-15 orang dari PT Dirgantara Indonesia (DI). Sedangkan, tahap ke-3 dan seterusnya bisa ditangani sendiri dari personil terlibat selama ini.

Ia mengatakan khusus tahap 3 seterusnya, tanpa melibatkan orang dari Lockheed Martin. Semuanya dikerjakan para prajurit TNI AU dan PT DI atau anak bangsa Indonesia. Ada keterlambatan seharusnya selesai Agustus 2019 dan uji terbang September 2019, kerumitan perbaikan ini dikejar dengan kerja keras terkadang selama 14 jam per hari.

“Pesawat TS-1610 Falcon Star-Eml memiliki sejumlah persenjataan hingga avionik tergolong baru, sehingga mampu memperpanjang umur pesawat menjadi 8 ribu jam terbang. Jadi kemampuan pesawat itu tidak kalah pesawat serupa menjalani up grade,” tandas Marsekal Yuyu Sutisna lagi.

Menurutnya masuk rencana bukan hanya F-16 Block A/B, tapi F-16 Block C/D juga perlu di upgrade.

“Saya yakin, untuk up grade F-16 Block C/D lebih mudah, karena bodi pesawat sudah diremajakan. Saya yakin lagi, melalui pengalaman dilalui, bisa dikerjakan sesuai target. Ya, syukur-syukur lebih cepat lagi,” ujarnya.

Saat ini ada F-16 Block A/B sebanyak 15 unit, sedangkan di upgrade sebanyak 10 unit, mulai dikerjakan September 2017 lalu.

“Soal peremajaan pesawat lainnya, kami tetap apresiasi dilakukan Kemenhan,” ujar Marsekal Yuyu Sutisna singkat. (ags)