Inilah Penyebab Bentrok Antar Suporter di Blitar

FOTO/KI/Kurniawan/20.

BLITAR, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 13 motor rusak di pertigaan antara Jalan Kapuas dan Jalan Kalibrantas Kota Blitar. Motor tersebut merupakan milik suporter sepakbola yang masuk ke Kota Blitar untuk mendukung timnya masing-masing dalam pertandingan semifinal Piala Gubernur 2020 antara Persebaya VS Arema FC di Stadion Soperiadi Kota Blitar.

Lalu apa yang membuat kerusuhan pecah di pertigaan yang berada di barat Stadion Soepriadi itu?

Pihak keamanan sebenarnya telah menyiapkan pengamanan sistem ring. Ada tiga ring untuk melokalisir massa suporter.

Petugas keamanan dari Polres Blitar Kota juga sempat bernegosiasi dengan massa suporter agar mereka tidak mendekat ke stadion namun disediakan tempat untuk nonton bareng.

Baca:  Banyak Order Proyek, Membuat Pertambangan Ilegal Di Jawa Timur Kian Marak

Hal ini rupanya justru memancing massa suporter dari kedua kubu baik Bonek maupun Aremania untuk berkeliling mencari jalan untuk mendekat ke Stadion Soepriadi.

Saat berkeliling inilah kedua kubu suporter bertemu di pertigaan antara Jalan Kalibrantas dan Jalan Kapuas hingga kerusuhan pecah.

“Kegiatan sepakbola tanpa penonton bukan berarti tanpa suporter. Anstusiasme yang mau nonton tinggi. Kami sudah siapkan sistem ring dan tidak boleh masuk kalau memaksa masuk langsung kita hadang kan itu regulasi. Petugas keamanan konsen untuk mengamankan lokalisir di pertandingan itu. Nah inilah yang jadi pemecah konsentrasi pengamanan. Kami sudah negosiasi kalau mau nonton kami sediakan lokasi Nobar tapi mereka tidak mau. Maunya tetap di stadion. Nah karena hal – hal seperti ini akhirnya memancing mereka keliling,” jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela, Rabu (19/2/2020).

Baca:  Suporter Bentrok 3 Korban Luka-Luka dan 13 Motor Rusak Akibat di Bakar

Leonard menambahkan saat terjadi bentrok, petugas keamanan langsung fokus memisahkan kedua kubu agar suasana kembali kondusif. Karena kecenderungan mereka satu diamankan kelompoknya akan mengejar sehingga polisi tidak mengamankan oknum penyebab pecahnya kerusuhan saat itu juga.

“Harus dipisah dulu karena jumlahnya ribuan jadi kita fokus memecah dulu. Kalau jumlahnya hanya puluhan kita amankan selesai,” tegas Leonard.

Dia menambahkan, pihaknya tetap akan menelusuri pelaku dibalik aksi anarkis tersebut. Saat ini Satreskrim Polres Blitar Kota tengah melakukan penyelidikan dengan pengumpulan keterangan dan barang bukti.

“Tetap kita telusuri kami sedang bekerja. Nanti informasi kita serap untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Tentunya akan ada sanksi hukum jika pelaku tertangkap. Kemarin kami tidak langsung melakukan penangkapan karena kami fokus memisah agar chaos tidak semakin meluas,” pungkasnya.(lan)

Baca:  DPRD Trenggalek Sindir Banyak Jabatan Eselon Kosong