Berikut Daerah Peredaran Narkoba Tertinggi di Tulungagung

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Data dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba), jumlah penangkapan terbanyak kasus narkoba yang tertinggi yakni di Kecamatan Kedungwaru dengan 8 tersangka. Dimana, delapan tersangka tersebut ditangkap di Desa Bangoan tiga tersangka, dan Desa Kedungwaru, Desa Plosokandang, Desa Ketanon serta Desa Ringinpitu masing-masing satu tersangka.

Diurutan kedua yakni Kecamatan Campurdarat dan Kecamatan Tulungagung dengan masing-masing 6 tersangka. Dimana 2 tersangka ditangkap di Desa Campurdarat dan Desa Gamping. Kemudian Desa Sawo dan Desa Bandil masing-masing 1 tersangka.

Untuk Kecamatan Tulungagung, Kelurahan Tertek 3 Tersangka, dan Kelurahan Sembung, Kelurahan Kepatihan, dan Kelurahan Bago masing-masing satu tersangka.

Diurutan ketiga, yakni Kecamatan Boyolangu dan Kecamatan Ngunut dengan 4 tersangka. Sedangkan di urutan keempat, Kecamatan Sumbergempol, Kecamatan Sendang, dengan 3 tersangka.

Baca:  Dinsos P3A Ponorogo Mengkorfirmasi 16.327 Nama Calon Penerima BLT Corona

Berikutnya, Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Bandung, Kecamatan Kalidawir, Kecamatan Gondang, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Ngantru masing-masing satu tersangka.

Hal ini menunjukan jika peredaran Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba) di wilayah Tulungagung cukup memprihatinkan. Buktinya, dalam 30 hari terakhir, setidaknya polisi sudah mengamankan 41 tersangka dari seluruh wilayah hukum Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, selama dua bulan terakhir hasil ungkap Satreskoba memang meningkat. Menurutnya, hal ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk turut membantu memberantas peredaran narkoba.

“Jadi tidak bisa dalam memberantas narkoba hanya mengandalakan polisi, tetapi banyak pihak dan elemen masyarakat,” tegasnya.

Pandia merinci, dalam sebulan terakhir pihaknya mampu mengungkap 37 kasus peredaran narkoba. Rinciannya, 19 kasus peredaran narkoba dengan 22 tersangka dan 18 kasus peredaran obat keras berbahaya daftar G dengan 19 tersangka.

Baca:  Sembilan Kecamatan di Gresik Rawan banjir, BPBD Siapkan Peralatan

“Total tersangka yang kita amankan selama sebulan ada 41 orang tersangka, dari 37 kasus yang diungkap,” imbuhnya.

Tak tanggung-tanggung, dari penangkapan tersebut pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa 12,83 gram sabu, 4.330 butir pil dobel L, 1 butir pil valisanbe, 3 butir lexotan bromazepam, uang tunai sebesar Rp. 3.420.000, 6 buah pipet kaca, 2 timbangan digital, 5 alat hisap sabu, 38 handphone dan sedotan serta klip plastik.

“Dari 41 tersangka, 6 diantaranya adalah residivis,” ujarnya.

Pandia mengungkapkan, dalam konferensi pers ini pihaknya sengaja mengundang Ketua DPRD Marsono, Kepala BNNK Tulungagung AKBP Sudirman, Bupati Tulungagung yang diwakili asisten 3 Tri Haryadi, Plh Dandim 0807 Letkol Inf Kaharuddin, Ketua MUI KH Hadi Muhammad Mahfudz, dan dari FKUB. Harapannya agar semua mewaspadai akan bahayanya narkoba.

Baca:  Dukung Pancasila dan NKRI, Puluhan Ormas Deklarasi di Bundaran Ringin Contong Jombang

“Kami berharap keluarga menjadi benteng pertama agar jangan sampai anggotanya menjadi korban peredaran narkoba,” tegasnya.

Sementara itu ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz mengapresiasi kinerja polisi yang berhasil mengungkap banyak kasus dengan mengamankan 41 tersangka. Ia berharap kedepan peredaran narkoba bisa ditekan, agar generasi bangsa bisa diselamatkan.

“Saya mengapresiasi langkah polisi, semoga semakin banyak generasi bangsa terselamatkan dengan peredaran narkoba” tutur Gus Hadi.