Gasak Dua Sepeda Seharga Rp45 Juta, Residivis Tulungagung ini Dibekuk Polisi

Pelaku ketika diamankan unit Reskrim Polsek Gondang beserta dengan barang bukti (ist)

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Polisi mengamankan NA(32) warga Desa Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar, residivis yang sudah dua kali masuk bui ini lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dua unit sepeda Patrol dan merek Lapierre milik Honi Pramono (43) warga Desa/Kecamatan Gondang.

Atas perbuatan pelaku tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 45 juta.

Dari kejadian tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat AG 2216 OAA yang dijadikan sarana tersangka, dua lembar kuitansi pembelian, sebuah gagang kunci pintu, dan dua buah sepeda.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek Gondang,” tegas Kapolsek Gondang AKP Siswanto melalui Kanitreskrim Ipda Bowo Trikuncoro, Jum’at (21/02/2020).

Baca:  Putus Penyebaran Corona, Polisi Tulungagung Bubarkan Kerumunan Masa di Sejumlah Cafe

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan korban ke Polsek Gondang pada Minggu (16/02/2020). Saat itu, korban mengaku dua sepeda merek Patrol dan merk Lapierre yang diparkir di dalam rumahnya telah hilang. Padahal, meski saat itu keadaan rumah kosong, namun korban mengunci rapat-rapat semua akses masuk ke dalam rumah.

“Korban yakin jika sepeda itu dicuri, sebab pintu rumah yang tadinya terkunci telah terbuka. Bahkan gagang kunci pintu rumah rusak dan berada di lantai,” imbuhnya.

Berbekal aduan tersebut lanjut Bowo, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, ada saksi yang sempat melihat tersangka mengangkut kedua sepedah tersebut ke atas motornya.

Baca:  Gagal Buka Brankas, Aksi Pembobol Indomart di Tulungagung Terekam CCTV

“Tersangka juga sempat menawarkan sepeda itu ke forum jual beli di media sosial,” imbuhnya.

Karena bahan keterangan cukup kuat, akhirnya petugas langsung mendatangi rumah tersangka yang ada di Kabupaten Blitar. Praktis, kasus ini berhasil diungkap kurang dari 24 jam.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat melakukan pencurian karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Disamping itu, penghasilannya dari persewaan playstation tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

Adapun modusnya, tersangka memantau rumah-rumah yang ditinggal penghuninya. Setelah dirasa aman, ia langsung melaksanakan aksinya.

“Tersangka mengaku beraksi seorang diri,” imbuh Bowo.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka pernah mendekam dua kali atas kasus serupa yakni di Lapas Blitar dan Lapas Tulungagung. Ia baru bebas pada Oktober yang lalu.

Baca:  Hendak Pergi ke Luar Negeri, Polisi Cegat Kivlan Zen di Bandara

Bowo menambahkan, kini kasus tersbeut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga tengah melengkapi berkas-berkas untuk pelimpahan ke kejaksaan. Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP.

“Ancamannya 7 tahun penjara,” pungkasnya.