Dampak Virus Corona,Kini Pedagang di Pasar Soeroengan Sidoarjo Bisa Bernafas Lega

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Tampak aktifitas di pasar tradisional “Soeroengan” berjalan normal, pasar desa peninggalan jaman kolonial Belanda di desa Penambangan Kabupaten Sidoarjo Jawa timur ini merupakan pasar tertua di kabupaten setempat.

Pusat perbelanjaan yang melegenda tersebut jadi jujugan para tengkulak dari berbagai wilayah.Tak hanya dari daerah setempat saja pengunjungnya, melainkan dari kabupaten tetangga pun banyak berdatangan untuk memburu berbagai jenis barang dagangan.

Mulai dari sembako, sayur mayur, buah-buahan hingga lauk pauk dan berbagai jenis kebutuhan lainya.

Pasar peninggalan jaman Belanda tersebut kini dikelola oleh BUMdes setempat untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) Penambangan, jam efektifnya mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB pagi hari, sudah turun temurun dari nenek moyang.

Baca:  Walikota Madiun Ditahan KPK, Warga Aksi Cukur Gundul

Salah satunya pedagang asal Desa Penambangan, Kecamatan Balong Bendo, Nonik (28) wanita berparas elok ini adalah alumnus Universitas Muhammadiyah Malang jurusan PGSD. Ia memilih berenterpreneur ketimbang meneruskan jurusan studi akademiknya.

“Di bidang niaga ini lebih banyak tantanganya ketimbang berada di balik meja,”ujarnya.

Ia menambahkan,”memang beberapa waktu lalu disaat boomingnya Virus Corona, harga sempat melejit, seperti halnya bawang putih dari Rp30 ribu sempat naik hingga di angka Rp60 ribu per kilogram, tapi sekarang mulai berangsur stabil,”paparnya, sambil melayani pelanggan.

Sementara, Mudakir (45) pelanggan asal Desa Wringinanom, Kabupaten Gresik mengaku bisa bernafas lega lantaran beberapa bahan makanan pokok berangsur pulih.

Kepada reporter kanalindonesia.com pihaknya mengatakan,”mudah-mudahan harga sembako bisa stabil seterusnya, kita belanja di pasar ini soalnya untuk dijual lagi (kulakan) kalau harganya naik turun alias tidak stabil, kita juga repot menjual pada pelanggan kita, rata-rata mereka komplain pada kita tentang tidak stabilnya harga. Di kira kita yang mempermainkan harga padahal kulakan kita murni harganya naik,”pungkasnya.(Irw)

Baca:  Satu WNI Wuhan Asal Ponorogo Tiba di Rumah Tinggalnya