Pilkades Serentak Kabupaten SBB Tetap Jalan, Pellu Sebut Hanya Penundaan Jadwal

ram bagian SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIA,COM: Pemilihan kepala desa serentak tahun 2020 akan tetap berjalan normal sesuai dengan harapan bersama dan tidak ada penundaan Pilkades.

Sesuai surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Seram Barat dengan Nomor 140/ 53 tentang pemberitahuan perubahan jadwal Pilkades gelombang pertama tahun 2020, Pilkades serentak tetap berjalan secara normal, dan perubahan jadwal Pilkades akibat ada beberapa desa yang belum rampungkan DPSnya, yang mana desa – desa tersebut ikut dalam Pilkades tahap pertama.

“Maka dari itu perubahan jadwal Pilkades sambil menunggu semua DPS rampung dan ditetapkan menjadi DPT,”ungkap Plt Kepala Dinas PMD, Kabupaten SBB Moksen Pelu kepada kanalindonesia.com, Jumat( 21/2/2020).

Baca:  Hari Ketiga Pendaftaran Kades Waimital, Hanapi : Baru Satu Balon yang Mendaftar

Ditegaskan Pelu, “Pilkades serentak gelombang pertama tahun 2020 tetap berjalan dengan normal, cuman ada beberapa desa yang terlambat untuk Daftar Pemilih Sementara ( DPS ) menunggu untuk diselesaikan dan itu beberapa desa ada bermasalah, jadi tunggu diselesaikan samua lalu Pilkades berjalan normal lagi, intinya Pilkades tahap pertama tetap jalan meski ada beberapa desa yang tidak ikut tapi tetap jalan. Desa yang tidak ikut Pilkades tidak apa, jadi nanti gelombang kedua atau jika sudah ada penetapan negeri langsung dilakukan pemilihan raja, yang tidak ikut normal dan ikut pun normal jadi,”jelas Pellu.

Menurut Pellu, “kami ulur waktu sedikit sambil menunggu, dan hanya penundaan penetapan pengumuman DPT saja, sebab ada beberapa desa yang melakukan perubahan DPSnya untuk dibetulkan, jadi hanya menunda tiga sampai empat hari saja lalu jalan, karena ada banyak desa yang terlambat, jadi kalau ditetapkan serentak nanti ada banyak desa yang belum jadi maka diulur untuk kasih sesuai semua desa punya  DPS baru ditetapkan DPT di hari yang sama pula,”bebernya.

Baca:  Mentan SYL: Pengetahuan Mahasiswa Pertanian Harus Berguna Di Desa

Lebih lanjut dikatakanya,”dan Pilkades tahap pertama sekitar 30 desa yang DPS sudah selesai tinggal penetapan menjadi DPT saja. Karena ada kendala, jadi desa meminta kalau bisa ulur sedikit karena terlambat dapat DPS,”pungkasnya.(Suneth)