Resah dengan Aktivitas Penambangan, Warga Bulusari Gempol Pasuruan Adukan ke Presiden Joko Widodo

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Resah dengan aktivitas penambangan yang terletak di Dusun Jurang Pelen 1 dan Jurang Pelen 2, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dianggap merusak lingkungan, warga sekitar mengadu ke Presiden Joko Widodo.

Melalui kuasa hukum, Otman Ralibi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur (Jatim), membenarkan warga mengirimkan sebuah surat pada presiden sejak Senin (10/02/2020) lalu. Isinya terkait adanya aktivitas penambangan di wilayah mereka.

“Saya dan teman-teman mendampingi warga terkait dengan aktivitas penambangan yang mengancam eksistensi warga dan juga kondisi ekosistem lingkungan hidup,” tegasnya, Jumat (21/02/2020).

Ia menambahkan, dari sejumlah fakta ditemukan aktivitas penambangan berupa galian tambang pasir dan batu (sirtu). Kegiatan tersebut diperkirakan berlangsung sejak tahun 2016.

Baca:  Rutan Bangil Gelar Pesantren Kilat

“Inilah yang kami laporkan ke presiden, penambangan itu dilakukan oleh korporasi,” ujarnya.

Ia menyatakan, masyarakat menyadari bahwa aktivitas penambangan itu mengancam eksistensi ekosistem dan sumber daya alam serta pemukiman dan lahan pertanian warga.

Aktivitas penambangan sirtu tersebut semula difasilitasi oleh pihak Kepala Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Hingga akhirnya membuat kepala desa tersebut menghadapi proses hukum dalam kasus tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya.

“Masyarakat telah berupaya melakukan penolakan. Namun warga justru mendapat intimidasi,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakanya,“kami atas nama warga meminta agar segala macam aktivitas penambangan dihentikan,” tandas Otman.

Terkait dengan laporan itu, warga berharap Presiden Joko Widodo memerintahkan instansi terkait seperti, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur, Bupati dan Kepolisian untuk mengusut tuntas bilamana ada dugaan pelanggaran administratif maupun pidana atas penambangan tersebut.

Baca:  Kebakaran di Pondok Pesantren Trenggalek Diduga Konsleting Listrik

“Kami juga minta agar pihak korporasi penambangan untuk memberi kompensasi pada warga secara menyeluruh akibat kerusakan lingkungan,” tutupnya. Ady