Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK, Diduga Terima Uang Terkait Mutasi Pejabat

Juru bicara KPK Febri Diansyah

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Penangkapan Bupati Klaten, Jawa Tengah Sri Hartini oleh Komoisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga terkait dengan adanya suap dalam mutasi sejumlah jabatan di lingkup Pemkab Klaten.

KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Klaten, Jawa Tengah,sebanyak delapan orang diamankan oleh KPK dalam OTT tersebut, termasuk salah satunya adalah Bupati Klaten Sri Hartini.

“Diamankan delapan orang, yang terdiri dari satu penyelenggara negara, empat PNS dan tiga non-PNS,” ucap Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/12/2016) malam.

Lebih lanjut dikatakanya,”Indikasi suap terkait pengisian jabatan di Pemkab Klaten yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah tentang perangkat daerah?,” kata Febri.

Sri Hartini adalah istri dari mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo, politikus PDIP yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp 4,7 miliar dan kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri.

Selain berhasil mengamankan 8 orang terduga kasus penyuapan, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut juga diamankan sejumlah dokumen, catatan, serta uang sekitar Rp 2 miliar dan US$ 100. Uang itu diduga merupakan suap terkait dengan mutasi sejumlah jabatan di Pemkab Klaten.(Kicom)