Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Tulungagung Bekuk Pembobol Rumah Kosong

istimewa

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Polisi berhasil membekuk MA(16) warga Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, lantaran membobol rumah Anis Fatul Muafidah (33) warga Desa Sukoanyar Kecamatan Pakel, Tulungagung dan berhasil menggondol barang-barang berharga seperti perhiasan dan Notebook.

MA melakukan aksinya dengan membobol plafon ketika rumah korban dalam kondisi kosong pada Selasa (18/2/2020) yang lalu.

Atas kejadian tersebut Tim Macan Agung Polres Tulungagung dan anggota Unit Reskrim Polsek Pakel segera bertindak cepat dan berhasil membekuk pelaku pada Jumat (21/2/2020) malam.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek Pakel,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipda Anwari.

Anwari menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan korban ke Polsek Pakel pada Selasa (18/2/2020) yang lalu. Saat itu, barang-barang berharga seperti Notebook merek Acer tipe Aspireone, sebuah kalung emas seberat 8 gram, sebuah giwang emas seberat 1 gram, sebuah cincin emas seberat 2 gram, sebuah buku BPKB dan uang tunai sebesar Rp 12 ribu telah lenyap. Padahal semua barang tersebut berada di dalam rumah yang terkunci.

Baca:  Cegah Penyebaran COVID-19, Warga Tulungagung Swadaya Bangun Gerbang Sterilisasi

“Korban sangat yakin ia menjadi korban pencurian, sebab kondisi di rumahnya berantakan,” terangnya.

Berbekal informasi tersebut lanjut Anwari, petugas pun langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Bahkan, petugas juga memeriksa kamera CCTV yang terpasang di rumah korban.

“Dari rekaman CCTV itu aksi tersangka sempat terlihat, hingga petugas berhasil mengantongi ciri-cirinya,” katanya.

Pelan tapi pasti, satu-persatu bahan keterangan pun diperoleh petugas. Hingga akhirnya, petunjuk pun mengarah ke salah satu toko emas di Kecamatan Bandung.

“Ternyata perhiasan hasil curian tersebut oleh tersangka dijual di sini (toko emas-red), hal tersebut diperkuat dengan rekaman CCTV dan keterangan dari penjual,” ujarnya.

Hingga pada akhirnya lanjut Anwari, pada Kamis (20/2/2020) malam petugas mendapat informasi jika ciri-ciri orang yang mirip tersangka ada di sekitar Kecamatan Tanggungunung.

Baca:  Belum Tercetak, Dinas Pertanian Tulungagung Sosialisasi Kartu Tani kepada Poktan, Petani Kesulitan Beli Pupuk

Tak mau kehilangan buruanya, petugas pun langsung mendatangi target. “Hasilnya benar, tersangka mengakui perbuatannya. Meskipun sempat mengelak,” imbuhnya.

Selanjutnya, tersangka digelandang ke Mapolsek Pakel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mencuri karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Modusnya, dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat AG 6250 RCN, ia berkeliling untuk mencari sasaran.

“Targetnya adalah rumah kosong, jika ada peluang ia langsung menjalankan aksinya,” jelasnya.

Masih menurut Anwari, ketika itu tersangka masuk dengan cara memanjat lewat tangga tembok dapur sisi belakang. Kemudian ia membuka atap dapur yang terbuat dari plastik, dan masuk rumah mengambil barang-barang berharga tersebut.

“Ada juga barang yang diambil dengan cara mencongkel atau merusak almari,” imbuhnya.

Dari kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah gunting, sebuah kayu panjang, sebuah atap gelombang yang terbuat dari plastic, sebuah Notebook merk Acer Aspireone, sebuah jam tangan warna coklat Merk Swiss Army, sebuah BPKB Sepeda motor Honda Vario AG 6232 RGO, sebuah tas Notebook motif batik, uang tunai sebesar Rp 2.450.000, sebuah kaos warna merah, sebuah celana pendek warna coklat, sebuah kaos warna merah, sebuah celana pendek warna coklat, dan satu unit sepeda motor Honda Beat AG 6250 RCN.

Baca:  Selama 2019, Angka Kematian Bayi di Tulungagung Masih Tinggi

Anwari menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih mengembangkan kasus tersebut apakah ada keterlibatan orang lain dalam aksi tersangka. Selain itu, petugas juga masih menelusuri apakah tersangka pernah melakukan tindakan melawan hukum di lokasi lain.

“Tersangka ini sebelumnya pernah terjerat kasus serupa di Polres Trenggalek. Karena masih anak-anak, ia dititipkan ke Lapas Blitar,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.