Warga Ngawi Meninggal Saat Perbaiki Pompa Air di Dalam Sumur

NGAWI, KANALINDONESIA.COM: Nahas dialami Zainal (45) dan Hardi saat memperbaiki pompa air bertenaga yang berada dalam sumur di Dusun Kedungputri Ngisor, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi sekitar pukul 15.00 WIB, pada Minggu (23/02/2020).

Bahkan Zainal(45) dinyatakan meninggal dunia setelah diduga kuat menghirup gas beracun atau karbon monoksida saat berada di dalam sumur.

Kejadian bermula saat Zainal (45) hendak memperbaiki mesin pompa air bertenaga listrik di sumur miliknya sedalam 13 meter dengan diamater 1,5 meter.

Saat masuk kedalam sumur dengan menggunakan tangga Zainal belum mencium ada gas beracun. Ketika sampai ditengah tangga mendadak korban ini jatuh ke dasar sumur. Kontan saja Ulfa salah satu putri korban yang sebelumnya memegang tangga dari atas sumur teriak histeris minta tolong kepada warga sekitar. Selang beberapa menit kemudian Hardi (42) tetangganya berusaha menyelamatkan korban.

Baca:  Kepala Dinas Pertanian Jombang : Tenaga PPL Pertanian Boleh Rangkap Jabatan di Desa

“Ketika masuk (Zainal-red) saya memegang tangga dari atas tapi bapak saya jatuh kedalam sumur. Saya teriak minta tolong kepada tetangga (Hardi-red) dan masuk tapi sama-sama jatuh juga,” terang Ulfa.

Dari kejadian itu Hardi bisa menyelamatkan diri naik keatas sumur dan langsung pingsan. Oleh warga dilarikan ke klinik terdekat dan jiwanya berhasil diselamatkan oleh tim medis.

Upaya evakuasi selanjutnya terhadap korban Zainal yang masih didalam sumur dilakukan oleh para relawan dan petugas kepolisian.

“Saat korban atas nama Zainal berhasil dievakuasi ke atas masih ada tanda-tanda kehidupan dan dilarikan ke klinik.  Tapi ketika sampai ke klinik korban sudah dinyatakan meninggal oleh tim medis,” kata Kapolsek Paron Iptu Suyitno.

Baca:  Dapat Lampu Hijau, Dinas Perkim Magetan Akan Permak Vertical Garden Kota

Jelasnya lagi, dengan meminta keterangan para saksi maupun dari hasil olah TKP penyebab meninggalnya korban patut diduga akibat gas beracun didalam sumur. Pun demikian, pihak keluarga sudah menerima peristiwa yang dialami korban itu sebagai musibah. Saat itu juga jenasah korban disemayakan dirumah duka sebelum dimakamkan di TPU terdekat.