Akibat Bacokan Clurit Membabi Buta, Nelayan Asal Pasuruan Meregang Yyawa

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Akibat di kata-katai maling oleh korban saat di indekos,Jl.Tambak oso Waru Sidoarjo Jawa Timur,pelaku sakit hati dan dendam, berlanjut dengan pembacokan pada korban pada minggu 23/02/2020 pukul 13.00 WIB.

Pada saat itu,(minggu 23/02) pelaku bertemu dengan korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP),saat itu pelaku menanyakan apa maksud mengata-ngatai dirinya maling,terjadilah cek cok mulut saat itu.tak berselang lama pelaku mengambil clurit yang sudah di siapkan di indekosnya.

Sesaat setelah mengambil clurit,pelaku langsung menyabetkan sajamnya membabi buta pada korban dengan tanpa ampun.

Akibat sabetan clurit yang sangat tajam dengan membabibuta tersebut,korban terkapar di TKP dengan beberapa luka bacok yakni dada sebelah kiri yang mengenai tulang rusuk,punggung sebelah kanan dan pantat.Akhirnya korban tak berdaya di lokasi hingga meregang nyawa.

Baca:  Pilgub Jatim, Ipong: Belum Ada Yang Secara Resmi Meminang Saya

Saat konferensi pers berlangsung, Wakapolresta Sidoarjo AKBP M.Anggi Naufal S mengatakan,”jadi motifnya pelaku ini sakit hati dan dendam pada korban,karena beberapa hari sebelum terjadi tindak pembunuhan,pelaku di katai Maling oleh korban,”ujar orang dua di Polresta Sidoarjo tersebut.Senin (24/02/2020)

“Lukanya cukup parah hingga korban meninggal dunia,dengan sigap,pelaku dapat di bekuk oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo dengan di bantu oleh anggota Polsek Waru di Jatiroto Kabupaten Jember pada tanggal (23/02) pukul 00.30″imbuh polisi berpangkat dua melati di pundak tersebut.

Sementara pelaku,Nitto (49th) warga Desa Gedang Rakit Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember,saat konferensi pers berlangsung,pria 49 tahun yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan tersebut,di hadapan awak media dan polisi ia tidak terlihat menyesal sedikit pun atas peristiwa tindak pembunuhan yang terjadi.

Baca:  PDIP Jatim Adukan Pembakaran Bendera Partainya yang Dilakukan oleh ANAK ke Polda Jatim

Akibat peristiwa pembacokan yang terjadi korban,Sakdullah (40th) warga Dusun Krajan Tengah Desa Sumbersari Kabupaten Pasuruan menjadi korban hingga meregang nyawa.keduanya sama-sama berprofesi sebagai nelayan.

Dari tangan pelaku polisi dapat menyita sejumlah barang bukti antara lain,sepasang sandal jepit warna hitam,sepasang sandal jepit warna biru,sebuah kemeja warna biru yang di kenakan korban saat peristiwa terjadi juga sebuah celana yang di pakai korban saat di TKp.

Untuk mempertanggaungjawabkan perbuatanya pelaku di penjara dan di jerat dengan pasal berlapis yakni pasal 340KUHP tentang pembunuhan yang di rencanakan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan pasal 351 KUHP ayat (3) tentang pengiayaan berat dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(Irw)

Baca:  Pak Qosim Berharap Kita Hadir Saat Bencana Melanda