ISO 37001 : 2016, Baznas Siap Komitmen Anti Suap

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) siap mengimplementasikan sistem ISO 37001:2016 mengenai manajemen anti penyuapan.

Sistem ini merupakan standar manajemen internasional yang membantu sebuah lembaga untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, patuh, dan transparan.

Komitmen penerapan sistem ISO 37001 : 2016 ini ditandai dengan penandatanganan pernyataan anti suap oleh para direksi Baznas yakni Direktur Utama Arifin Purwakananta, Direktur Operasi Wahyu TT Kuncahyo, Direktur Kepatuhan dan Audit Internal M. Ichwan, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Irfan Syauki Beik, Sekretaris Baznas Jaja Jaelani, serta Managing Director Konsultan ISO, PT Visuda Karya Sejati, Ardian Wahyudi, di Gedung Baznas, Matraman, Jakarta Timur, Senin (24/2).

Baca:  Enam Dari Sepuluh Milenial Indonesia Optimis dengan Masa Depannya. Apa Sebabnya?
Press conference Baznas siap komitmen anti suap di Kantor Baznas, Matraman, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Dirut Baznas M. Arifin Purwakananta mengatakan, penerapan ISO 370001:2016 di lingkungan Baznas adalah wujud konkret dalam upaya menjadikan sebuah lembaga yang memiliki budaya manajemen bersih, anti penyuapan, dan anti korupsi.

“Kami sudah memulai penyusunan strategi, dokumen, menggelar workshop dan melakukan rapat tinjauan manajemen untuk ISO anti suap ini sejak Agustus 2019 lalu. Saat ini tim sertifikasi ISO masih melakukan audit untuk divisi yang berada di bawah direktorat operasi. Target kedepannya akhir 2020 seluruh divisi sudah terimplementasi,” ujar Arifin.

Ia mengungkapkan, sebagai pengelola dana zakat, penerapan ISO anti suap menjadi langkah penting untuk menjaga amanah umat, baik muzaki maupun mustahik. Sebab korupsi merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip keadilan, akuntabilitas dan tanggung jawab dan dapat dikategorikan termasuk perbuatan fasad yang dikutuk oleh Allah SWT.

Baca:  Baznas Distribusikan Bantuan ke Pengungsi Tsunami Banten dan Lampung

Impelementasi manajemen ISO anti penyuapan juga salah satu bukti pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dilaksanakan secara bersih dan transparan.

“Ini sudah menjadi komitmen bersama dari segenap pimpinan Baznas dalam mewujudkan amanah masyarakat yang paling utama, yakni mengelola dana zakat tanpa suap dan manajemen birokrasi yang bersih. Semoga hal ini semakin menguatkan kami dalam mensyiarkan zakat secara profesional,” tegasnya.

“Semoga lngkah ini dapat dicontoh oleh seluruh organisasi pengelola zakat di Indonesia agar makin besar kepercayaan umat terhadap pengelolaan zakat sehingga makin besar pula manfaat zakat yang dirasakan,” imbuhnya.

Sebelumnya pada awal tahun, Baznas meraih sertifikat ISO 9001:2015, atas kinerja pengelolaan zakat sepanjang tahun 2019. Baznas juga akan mengimplementasikan ISO 27001 tentang sistem manajemen keamanan informasi standar internasional yang saat ini juga masih dikembangkan di direktorat operasi. Sistem ini untuk memastikan Baznas memiliki kontrol terkait keamanan informasi terhadap proses pengelolaan zakat yang mungkin menimbulkan resiko atau gangguan. @Rudi

Baca:  Baznas Bantu Pengungsi Palestina