Satreskrim Polresta Sidoarjo Amankan Produsen Pupuk Ilegal, Pabrik Sudah Beroperasi 14 Tahun

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Produsen pupuk ilegal merk TSP-46 di gulung Satreskrim Polresta Sidoarjo pada 14 februari 2020 di jalan Arteri Porong Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur,penggulungan pabrik,berawal dari pemeriksaan truk pengangkut pupuk yang sedang melintas.

Kronologi penangkapanya,ketika truk bernomor BE 9443 CQ sedang melintas di jalan nasional dan mau mendistribusikan hasil produksinya.Kareana sudah terendus keberadaanya,polisi lantas menghentikan truk ber plat nomor Sumatra tersebut.

Kendati sudah beroperasi 14 Tahun lamanya,namun keberadaan pabrik ilegal tersebut baru terendus oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Di hadapan awak media,Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji memaparkan ungkap kasus penggulungan keberadaan pabrik ilegal tersebut.

“Pada tanggal (14/02)pukul 00.20 dini hari anggota kita telah menghentikan dan memeriksa surat-surat truk bermuatan pupuk di jalan Arteri Porong,pengemudinya tidak bisa menunjukan dokumen yang sah muatanya,anggota segera mengamankan truk tersebut ke Mako untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut”paparnya.

Baca:  Rakernis Baharkam Polri TA 2020 Resmi Dibuka di Pusdik Gasum Porong

Dalam proses pemerikasaan dokumen barang yang di muat,lanjutnya,pengemudi tidak bisa menunjukan keabsahan legalitasnya,setelah di telusuri bahwa produsen pupuk adalah CV.Bangun Tani yang beralamatkan di Dusun Bulu Resik Kecamatan Manduro Manggung Gajah Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto Jawa Timur,”kata dia.

Pihakhya menambahkan,”di masing-masing kemasan pupuk tidak berlabel SNI,adapun muatanya sekitar 22 ton atau 440 sak pupuk siap distribusi,dari hasil pengembangan kasus tersebut di ketahui pemiliknya yakni H.Abdurrohim (67th) warga Desa Sumorame Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo,pemilik pabrik pupuk ini adalah mantan ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Sidoarjo,untuk saat ini pabrik sedang kita police line,”tambahnya.

Ada beberapa campuran bahan baku dalam proses pembuatan pupuk ilegal tersebut antara lain dolomite,zat pewarna pupuk dan gypsum yang di aduk menggunakan mesin molen.hingga keluar jadi butiran-butiran pupuk siap edar.

Baca:  Polsek Karanggeneng Lamongan Lakukan Giat Patroli Rutin Jaga Kamtibmas

Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit truk hino warna hijau Nopol BE 9443 CQ,selembar surat jalan tertanggal 13/02/2020,3 buah sekrop,84 sak atau sekitar 2,1 ton karbon,587 sak berisi dolomite atau sekitar 14,6 ton.

Dari penangkapan pabrik bodong tersebut pemiliknya di jerat dengan pasal 120 ayat (1) jo pasal 53 jo pasal 1 huruf b UU no.3 tahun 2014 tentang perundustrian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda 3 milyard rupiah dan pasal 113 jo pasal (53) ayat 2 UU no.07 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda 5 milyard rupiah.(irw)