Terkait Tiga DPO, KPK Geledah Kantor Pengacara di Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Satu demi satu ruangan yang berada di Kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners digeledah penyidik KPK. Dengan mengenakan rompi KPK, saat proses penggeledahan masih berlanjut mereka dikawal anggota Kepolisian bersenjata lengkap.

Penggeledahan kantor pengacara yang berlokasi di Jalan Prambanan No.5, Pacar Keling Surabaya sendiri dilakukan KPK sejak pukul 15.30 WIB. Ada sepuluh penyidik KPK dengan pengawalan ketat langsung masuk ke dalam kantor tersebut.

“Ada sepuluh orang yang ada didalam,” kata Timbul, seorang pegawai Kantor Pengacara Rahmat Santoso & Partners saat dikonfirmasi awak media, (25/2).

Seperti diketahui, penggeledahan itu dikabarkan ada kaitannya dengan mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK. Selain itu, pemilik kantor itu juga masih ada hubungan kekeluargaan dengan istri Nurhadi.

Baca:  Residivis Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap Polda Jatim, 10 Kilogram Sabu Siap Edar

Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA. Selain Nurhadi, KPK menjerat 2 tersangka lain, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Selain urusan suap, Nurhadi dan Rezky disangkakan KPK menerima gratifikasi berkaitan dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK (peninjauan kembali) di MA. Penerimaan gratifikasi itu tidak dilaporkan KPK dalam jangka 30 hari kerja.

KPK lalu memasukkan Nurhadi, Rezky, dan Hiendra ke daftar pencarian orang (DPO). Keberadaan ketiga buron KPK itu hingga kini belum diketahui. Ady