Setahun Ratusan Orang Meninggal Akibat Lakalantas di Ngawi

Kegiatan anev akhir tahun bersama Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI : Korban kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di wilayah hukum Polres Ngawi, selama setahun terakhir 2016 ini tercatat ada 132 orang meninggal dunia (MD).

Jumlah tersebut diketahui dari hasil analisa dan evaluasi (anev) Polres Ngawi sebelum tutup tahun 2016 ini.

Seperti yang disampaikan Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi dihadapan awak media di Aula Mapolres, Sabtu, (31/12/2016),.

Dari data yang ada dibanding tahun 2015 lalu jumlah orang meninggal dunia akibat lakalantas mengalami peningkatan 45 persen dari 91 orang dan tahun 2016 ini 132 orang meningal dunia.

“Meningkatnya korban yang meninggal ini tidak lain dari jumlah kecelakaan di wilayah Ngawi selama setahun terakhir memang meningkat. Dan penyebabnya masih didominasi dari faktor human error terutama saat menyalip kendaraan tetapi hal itu efek dari kondisi jalan yang ada,” terang AKBP Suryo Sudarmadi.

Efek lain yang dimaksudkan orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi tidak lain dari kondisi jalan di wilayahnya memang memprihatinkan. Terutama di Jalur Ngawi-Mantingan yang notabene jalan milik Pemprov Jatim secara kasat mata kondisinya masih jauh dari harapan.

Selain permukaan jalan bergelombang juga masih banyak ditemukan lubang-lubang jalan yang cukup menganga.

“Tentu human error tidak lepas dari penyebab lain terutama keterkaitan dengan kondisi jalan yang ada. Dan nantinya menjadi bahan evaluasi kita dengan dinas terkait utamanya dengan pihak propinsi apalagi Ngawi ini kan etalasenya Jawa Timur dari barat,” bebernya lagi.

Tambah dia, jumlah lakalantas setahun ini ada 737 kasus sedangkan tahun sebelumnya hanya 561 kasus sehingga mengalami kenaikan 31,8 persen. Bicara faktor selain human error penyebab meningkatnya kecelakaan juga ditunjang akibat tidak hati-hatinya ketika menyalip kendaraan tanpa mewaspadai kendaraan lain dari arah berlawanan.

Terbukti angkanya meningkat tajam dari 200 kasus tahun 2015 naik 127 persen menjadi 454 kasus. Kapolres Ngawi mengharapkan, semua kejadian lakalantas baik penyebab maupun jumlah korban harus menjadi perhatian semua pihak tidak sebatas institusi kepolisian.

Masih keterangan Kapolres Ngawi, untuk angka kriminalitas dan penyelesainya sesuai jenis kejadianya memang menurun. Tetapi jenis kejadian kriminalitas itu sendiri paling menonjol di tahun 2016 ini berupa tindak penipuan disusul kasus penganiayaan.

Pungkasnya, meski secara umum situasi kondusif namun seiring dinamika perkembangan sosial ekonomi masyarakat secara tidak langsung berdampak terjadinya gangguan kamtibmas baik kriminalitas umum, narkoba, dan lakalantas. AKBP Suryo Sudarmadi pun tidak menepis, dengan kondisi sedemikian itu tidak serta merta membuat peluang kelengahan yang dilakukan setiap individu polisi dalam memberikan perlindungan, pelayanan serta pengayoman terhadap masyarakat. (dik)