Giliran Penyedia SIM Card Untuk Manipulasi Akun Driver GoJek Dibekuk Tim Jogoboyo Jatanras Polda Jatim

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Pelaku sindikat kasus manipulasi akun driver GoJek dari data SIM Card kembali berhasil dibekuk Tim Jogoboyo Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim. Pelaku diketahui berinisial N (27) warga asal Malang, Jawa Timur.

Saat gelar rilis, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie mengungkapkan tertangkapnya pelaku N ini berdasarkan hasil pengembangan dari pengakuan pelaku M Zaini (35) yang ditangkap lebih dulu.

“Dari pengakuan pelaku sebelumnya (Zaini), kita berhasil menangkap pelaku berinisial N, warga Malang juga,” kata Pitra didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Staf Ahli Kementrian Kominfo Prof. Henry di Mapolda Jatim, Jum’at (28/2/2020).

Sedangkan dalam kasus ini, pelaku N berperan sebagai penyedia SIM Card untuk diserahkan kepada pelaku M Zaini. Dari tangan pelaku N sendiri, polisi menyita 4.000 SIM Card dijadikan barang bukti.

Baca:  Polres Jombang Amankan Pencuri APK di Gudo

Pitra berjanji, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. Mengingat kasus manipulasi seperti order fiktif ojek online (ojol) dengan menggunakan SIM Card, namun pakai identitas orang lain akan menimbulkan dampak yang buruk.

“Kasus manipulasi ini jelas kita terus melakukan pengembangan. Karena seperti order fiktif ojek online (ojol) dengan menggunakan SIM Card berdampak buruk dan imbasnya tindak kejahatan lain akan bermunculan,” imbuh Pitra, (28/2/2020).

Perlu diketahui, kasus manipulasi akun driver GoJek ini diungkap Tim Jogoboyo Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim dan meringkus pelaku M Zaini.

Modusnya, mereka mencari keuntungan dengan memilih aplikasi GoJek untuk memanipulasi transaksi dengan akun-akun palsu. Caranya, kartu perdana telah diregistrasi dengan menggunakan identitas orang lain.

Baca:  Pencatut Nama Ustad Yusuf Mansyur di Brosur Perumahan Syari'ah Multazam Islamic, Sidik Sarjono Segera Diadili

“Mereka memilih aplikasi untuk mencari keuntungan, memanipulasi transaksi menggunakan akun palsu. Baik akun driver maupun customer hingga akun usaha GoJek sekaligus. Untuk caranya, kartu perdana yang sudah di registrasi mereka pakai identitas orang lain,” kata Luki didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Ratulangi dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, (26/2/2020).

Sebanyak 8.850 kartu perdana (SIM card) yang dipakai pelaku untuk akun palsu disita polisi. Dari total tersebut, pelaku bisa membuat berbagai akun.

“Akun-akun bodong yang dimiliki pelaku, seperti sebagai driver Gojek sendiri ada 41 akun, 30 akun sebagai pemilik restoran dan sisanya akun customer. Pihak Gojek ini dirugikan mencapai Rp400 juta,” tandas Luki.

Baca:  Eksepsi Bos MeMiles Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Sanjay: Jujur kami kecewa

Polisi masih akan terus melakukan pengembangan kasus ini. Diduga kuat ada tersangka selanjutnya yang perannya membantu pelaku MZ untuk mendapatkan identitas orang lain.

Dari pengakuan pelaku, tindak kejahatan ini telah dilakoni sejak bulan Agustus 2019 hingga bulan Februari 2020.

Sejumlah barang bukti, seperti ribuan SIM card, puluhan handphone dari berbagai merk, dan belasan buku tabungan Bank BCA beserta 6 buah ATM BCA hingga tiga buah charger HP.

Perbuatan pelaku M Zaini dan N dikenakan dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP dengan hukuman pidana selama 12 tahun penjara. Ady