Antisipasi DBD, Pemdes Mertani, Kecamatan Karanggeneng Lakukan Fogging

Petugas saat melaksanakan pengasapan di wilayah Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng Lamongan. Foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pemerintah Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) ketika musim penghujan. Peningkatan curah hujan yang turun beberapa minggu terakhir ini dikhawatirkan akan menciptakan genangan air di sana-sini sehingga dapat dijadikan sebagai penyebaran dan berkembangbiaknya nyamuk yang mematikan itu.

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap terjadi di kala musim hujan akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya, salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya adalah dengan penyemprotan atau fogging. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Mertani pada hari ini, Sabtu (29/2/2020) mengadakan pengasapan terhadap sekitar 400 rumah warga.

Baca:  Sarwo Edhy: Kartu Tani Digunakan Secara Nasional di Tahun 2020

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk pencegahan sebelum penyakit Demam Berdarah betul-betul datang,” terang Kepala Desa Mertani, Eko Hadi Purnomo.

Setiap tahun Pemerintah Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng selalu alokasikan dana dari PAD nya untuk kegiatan yang dilaksanakan dua kali dalam setahun tersebut. Desa Mertani yang terdiri dari 13 RT dan 4 RW diperkirakan terdapat 425 bangunan yang berdiri di wilayahnya.

Fogging atau pengasapan dilakukan sebagai salah satu metode pengendalian faktor penyebab penyakit DBD, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dapat mengeluarkan asap berisi insektisida.

Dalam langkah antisipasi ini, Kata Eko, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh lembaga dan masyarakat desa, karena yang jadi sasaran fogging adalah pemukiman, perkantoran, tempat umum, tempat pengelolahan makanan, institusi pendidikan, tempat ibadah serta fasilitas kesehatan.

Baca:  Hadir di WZF 2019, LAZ Harfa Ikut Berkontribusi Dalam Perkembangan Zakat Dunia

Selain itu, Eko juga mengimbau masyarakat untuk melakukan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M (menguras, menutup, mendaur ulang) Plus setiap seminggu sekali.

“Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/wc, tempayan, penampungan air minum, penampungan air buangan AC, ember, drum dan lain-lain,” tuturnya.

Eko juga mengharapkan bahwa pemberantasan DBD harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Masyarakat juga harus bekerjasama membantu petugas kesehatan untuk menanggulangi demam berdarah sebab upaya Fogging yang dilakukan juga tidak akan efektif kalau masyarakat tidak melaksanakan 3M Plus,” pungkasnya. (omdik/fer)

 

 

Baca:  Nivea Bagikan Ribuan Produk Nivea Creme Tin Untuk Tenaga Kesehatan Covid-19