KH. Marzuqi Mustamar Secara Resmi Membuka Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur di PP. Matholi’ul Anwar Simo Lamongan.

KH. Marzuqi Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Bahtsul Masail Syuriyah PWNU Jawa Timur di PP. Matholi’ul Anwar Simo Sungelebak. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ratusan peserta Bahtsul Masail tumpah ruah di Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Sabtu (29/2/2020). Event wilayah yang ditempatkan di Lamongan ini dibuka langsung oleh Ketua Tanfidiyah PWNU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar.

Ada beberapa poin penting yang bakal dibahas dalam Bahtsul Masail se-Jatim yang dimulai hari ini. “Poin-poin penting itu merupakan pertanyaan yang diajukan oleh masing-masing PCNU di Jatim”, Kata KH. Supandi Awaludin, selaku ketua pelaksana saat ditemui disela-sela pembukaan.

Dia menuturkan, beberapa poin penting yang akan dibahas tersebut berkaitan dengan kehidupan keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan pemerintahan. Salah satunya, tentang problematika Umroh bagi wanita haid, transaksi dan zakat E-mas, pro kontra kewajiban jilbab dan batas aurat perempuan dan pembahasan relasi sosial muslim-non muslim.

Baca:  Kecam Pembantaian Etnis Rohingya, DPRD Jombang Minta Bendera Negara Myanmar Diturunkan di Taman ASEAN

“Poin-poin penting tersebut dibahas melalui komisi A, B, dan C. Hasil pembahasan tersebut nantinya bisa menjadi rekomendasi, baik kepada pemerintah daerah maupun pusat, dan pengurus NU”,  terang Supandi.

Dalam pembukaan Bahtsul Masail tersebut selain dihadiri langsung oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar, juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lamongan, Hj. Kartika Hidayati, Ketua PCNU Lamongan, KH. Supandi Awaludin, Rais Syuriyah PCNU Lamongan, KH. Salim Azhar, Ketua MUI Karanggeneng, KH. Ahmad Anwari, Ketua MWC NU Karanggeneng, KH. Miftahul Huda, Kapolsek Karanggeneng, AKP Sunaryono, pengasuh PP. Matholi’ul Anwar Simo, KH. Ahmad Taufik serta beberapa Kiai sepuh lainnya.

Dalam sambutanya, KH. Marzuqi Mustamar mengatakan bahwa Bahstul Masail adalah bagian dari NU untuk membimbing kaum awam yang belum atau kurang mengerti tentang permasalahan Agama Islam.

Baca:  Diduga, Terjadi Mark Up Proyek Pavingisasi dalam Program Kotaku

“Kalau Kyai NU tidak turun tangan dalam menangani permasalahan umat, khususnya yang berkaitan dengan Agama Islam, maka akan terjadi kericuan akibat banyaknya perbedaan,” terang kyai asal Malang tersebut.

Sementara itu, Hj. Kartika Hidayati yang hadir mewakili Bupati Lamongan mengucapkan permohonan ma’af atas ketidakhadiran bupati karena kegiatan di tempat lain. Selain itu, Kartika juga mengucapkan selamat datang para peserta yang berasal dari perwakilan PCNU seluruh Jawa Timur di Wilayah Kabupaten Lamongan juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pengasuh PP. Matholi’ul Anwar Simo, Sungelebak, Karanggeneng Lamongan yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan istimewa tersebut.

“Para Kyai dari luar kota, selamat datang di Lamongan. Kalau panjenengan tahu Lamongan melalui makanannya, silakan mumpung ada di sini (Lamongan),” kata Kartika

Baca:  Air Bengawan Solo Meningkat disertai Busa, Bau dan Berwarna

Kartika dalam sambutannya juga menyinggung tentang Pemilihan Bupati Lamongan yang akan dilaksanakan pada bulan September 2020. Dia mengharapkan seluruh warga NU di Lamongan agar bisa menjaga persaudaraan terhadap sesama, jangan berbeda pilihan akan memutuskan tali silaturohmi. Sesama warga NU harus rukun dan bisa menjadi contoh bagi yang lain.

“Siapa pun yang jadi bupati ataupun wakil bupati di Lamongan, saya berharap orang NU,” pungkasnya.(omdik/fer)