Setelah Setahun Bergantian Memakai Sepatu, Pelajar di Lamongan Terima Sepatu Baru dari Berkas

Afandi menerima bantuan sepatu baru dari Yayasan Berkas yang diserahkan langsung oleh Aipda Purnomo. Foto:istimewa_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kisah dua bersaudara yang harus bergantian sepatu setiap ke sekolah karena tak ingin menyusahkan kedua orang tuanya yang tidak memiliki penghasilan tetap ternyata tidak hanya ada di dalam cerita film saja. Salah satu film yang berjudul Children of Heaven pernah mengisahkannya, namun cerita itu benar-benar ada di Lamongan.

Kisah Ahmad Afandi Nurazim (10) dan Muhammad Wahyu Hadi Kuswanto (16) sepertinya memberikan penjelas terhadap film yang pernah diproduksi Negara Iran tersebut. Warga Desa Sukomalo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan tersebut harus bergantian sepatu apabila berangkat ke sekolah selama setahun terakhir.

Kedua anak pasangan suami istri Suradi (47) dan Munasri (45) itu memahami keadaan orang tuannya yang tidak memiliki penghasilan tetap. Ahmad Afandi Nurazim atau yang biasa dipanggil Afandi tersebut sering mengalah kepada sang kakak saat memakai sepatu.

Baca:  Golkar Bilang Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di tengah Pandemi Covid-19, Jangan Lebay lah

“Kakak saat itu SMK, kalau sepatunya dipakai sekolah saya yang tidak sekolah,” kata Afandi, sembari menundukkan kepalanya.

Afandi yang saat ini duduk di kelas 5 pada salah MI yang tidak jauh dari tempat tinggalnya mengharap memiliki sepatu sendiri agar tidak harus bergantian dengan sang kakak.

“Tak ada uang lebih untuk belikan mereka masing-masing sepatu sehingga hanya bergantian ketika ke sekolah. Untuk asap dapur saja susah,” kata Munasri, ibu kedua bersaudara itu saat ditemui di rumahnya, Minggu (1/3/2020).

Munasri dan suaminya sebetulnya tidak tega melihat anak-anaknya yang harus bergantian sepatu dan bergantian masuk sekolah karena hanya memiliki sepasang sepatu. Akan tetapi bagaimana lagi, perekonomian keluarga mereka tergolong sangat kurang sehingga mereka tidak mampu mencukupi kebutuhan sekolah anaknya.

Baca:  Polisi Trenggalek Siapkan Pengamanan Sambut Lebaran Ketupat

Sementara ini Afandi bisa bersekolah secara aktif seiring kepergian kakaknya yang menjadi buruh di Cirebon, sehingga dia bisa memakai sepatu yang tinggal rusaknya tersebut untuk digunakan bersekolah setiap harinya.

“Kakak Afandi sekarang sudah bekerja menjadi buruh di Cirebon, jadi sepatunya bisa dipakainya sekolah,” terang Munasri.

Keinginan Afandi memiliki sepatu baru tampaknya terkabulkan saat relawan Yayasan Berkas Bersinar Abadi bertandang ke rumahnya. Yayasan sosial yang dipimpin oleh seorang anggota Polisi yang bertugas di Polres Lamongan tersebut langsung mengajak Afandi pergi ke toko sepatu guna membelikan sepatu sekolah baru.

“Yayasan kami merupakan yayasan sosial diantara kegiatannya adalah membantu meringankan beban bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, terutama anak-anak yang kurang beruntung,” kata Aipda Purnomo, pimpinan Yayasan Berkas.(omdik/fer)

Baca:  Kadispenad : Pentingnya Kerja Sama dan Sinergitas Antara TNI AD dengan Media Perlu Ditingkatkan