Miris… Seorang Tokoh Agama di Surabaya Lakukan Tindak Asusila Jemaat Sendiri Selama 17 Tahun

Jeannie Latumahina perwakilan keluarga korban

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Diduga telah melakukan tindak asusila terhadap wanita berinisial IW sejak usia 9 tahun. Seorang tokoh agama berinisial HY di Kota Surabaya dilaporkan ke Polda Jatim.

Jeannie Latumahina selaku perwakilan yang ditunjuk keluarga korban mengaku, perbuatan tak senonoh itu dilakukan HY hingga korban IW hampir 17 tahun, yang kini beranjak usia 26 tahun.

“Pelaku ini merupakan tokoh agama salah satu rumah ibadah yang ada di Kota Surabaya. Inisialnya HY,” ujar Jeannie kepada awak media saat ditemui di SPKT Polda Jatim, Senin (2/3/2020).

Diceritakan Jeannie awal mula kasus dibongkar korban dengan menceritakan perbuatan HY terhadap IW saat prosesi pemberkatan nikah di Gereja yang berlokasi di Jalan Sawo Surabaya waktu lalu.

Baca:  Berkampanye Untuk Mahfud Mujiaman, Akbar Tanjung Sebut MAJU Bisa Bangkitkan Ekonomi Surabaya

Kemudian, wanita yang juga anggota Politikus dari Partai Perindo ini memberi pendampingan serta dukungan kepada korban untuk memberanikan diri kasus yang menimpa dirinya (korban IW) ini ke kantor Polisi.

Dengan didampingi keluarga, korban IW ke SPKT Polda Jatim melaporkan aksi bejat HY, pada Kamis (20/2/2020) lalu. Laporan tersebut diterima polisi, setelah diterbitkan surat laporan polisi: LPB/155/II/2020/SPKT.

“Korban melapor sekitar bulan Februari, kami hanya melihat proses penyidikan Kepolisian selanjutnya sampai sejauh mana. Karena saya sebagai perwakilan keluarga korban,” paparnya.

Aktivis perempuan dan anak menjelaskan, kasus persetubuhan ini sedang ditangani oleh Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim memasuki pemeriksaan sejumlah saksi. Ia berpesan, untuk para seluruh wanita agar berani melaporkan jika terjadi kekerasan seksual.

Baca:  Jual 600 Wanita Cantik di Facebook, 2 Muncikari 1 Mami Diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya

“Kami sangat mengapresiasi kepada kepolisian yang telah memproses cepat kasus ini. Saya juga berpesan untuk seluruh wanita, jangan takut melapor ke Polisi jika menjadi korban (kekerasan seksual),” tandas Jeannie. Ady