Sejumlah Ruas Jalan di Tulungagung Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Ini Penjelasan PUPR

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Masih ditemuinya sejumlah ruas jalan yang rusak di Tulungagung dan bahkan, kondisinya semakin parah karena tergerus air hujan dan belum ada penanganan atau perbaikan dari instansi terkait yang dikeluhkan beberapa warga khususnya para pengguna jalan. Sebab, selain membahayakan jalan ini juga mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Heru Santoso.

Melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Robinson Parsaoran Nadeak mengungkapkan, sebenarnya pihaknya telah melakukan pendataan ruas jalan di Tulungagung yang perlu perbaikan pada tahun ini sejak 2019.

Menurutnya, dari 1024 ruas jalan dengan total panjang 1775 kilometer, 81 ruas jalan diantaranya dipastikan akan diperbaiki tahun ini.

Baca:  Gedung Poliklinik Resmi Dibuka, Ini Fasilitasnya...

“Dari 81 ruas jalan itu totalnya 76 kilometer,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Robinson tersebut melanjutkan, 81 titik ruas jalan tersebut tersebar di 19 kecamatan yang ada di Tulungagung. Adapun pembiayaannya bersumber dari Dana Alokasi Kusus (DAK) dan dari APBD.

“Rinciannya dari DAK sebesar Rp 28 Milyar, sedangkan dari APBD sebesar Rp 65 Milyar. Atau jumlah keduanya mencapai Rp100 miliar,” jelasnya.

Robinson mengatakan, jumlah ruas jalan yang akan diperbaiki di tahun ini tak sampai 10 persen dari total ruas jalan yang rusak sekitar 30 persen.

Untuk itu, pihaknya juga meminta peran serta masyarakat untuk ikut berperan dalam memelihara fasilitas jalan raya.

Baca:  Dihajar Suami Hingga Babak Belur, Istri Melapor Ke Polres Sampang Tempuh Jalur Hukum

“Bahu jalan jangan ditinggikan, karena itu difungsikan sebagai resapan air. Bagi pengemudi mobil diharapkan memperhatikan tonase dan tidak sembarangan memasuki jalan yang bukan kelas jalannya,“ ungkapnya.

Disinggung ruas jalan mana saja yang bakal diperbaiki, Robinson mencontohkan ada lima titik. Diantaranya, ruas jalan masuk Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru tembus ke Kecamatan Karangrejo, jalan umum Kecamatan Boyolangu tembus ke Kecamatan Campurdarat.

Kemudian simpang empat Kepatihan (Masjid Al Muslimun) ke timur sampai Jembatan Ngujang Dua, jalan umum masuk Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol tembus simpang tiga Reco Barong Kecamatan Ngunut, dan jalan umum arah simpang empat Cuiri ke barat tembus Kecamatan Pagerwojo.

“Itu yang DAK, sedangkan yang APBD tidak hanya untuk perbaikan jalan, tetapi juga jembatan, drainase, dan saluran air,” jelasnya.

Baca:  Gelar Tradisi Tiban, Warga Pucangan Tulungagung Berharap Segera Turun Hujan

Robinson menambahkan, untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan yang sifatnya temporatif atau segera ditangani, pengerjaannya akan dilampahkan ke empat UPT yang ada di Tulungagung yakni UPT wilayah Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Kauman, Kecamatan Campurdarat, dan Kecamatan Ngunut. Namun jika kondisi jalan yang kategori rusak parah maka pengerjaannya akan dilimpahkan ke Binamarga.

“Itupun tidak bisa serta-merta, tetapi tetap melalui prosedur penganggaran,” tukasnya.