Sampai Saat ini Belum Ada Kasus Positif Corona di Jatim

SURABAYA KANALINDONESIA.COM Kepala Dinas kesehatan Provinsi Jatim dr Herlin Ferliana mengatakan sampai dengan saat ini Jatim masih belum ada kasus positif Corona.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada masyarakat Jatim yang posotif corona. Namun meski begitu antisipasi tetap harus dilakukan untuk penyebaran virus itu,” ujarnya di Surabaya, Senin (02/03/20).

dr Herlin Ferliana juga mengatakan tidak benar bila ada 10 warga Jatim yang saat ini dilakukan pemantauan karena diduga terinveksi virus corona.

Kata Herlin kasus 10 warga Jatim itu kasus lama yang sudah dilakukan observasi dan penanganan oleh pihak rumah sakit dan tim dinas kesehatan. Mereka adalah orang orang yang pulang dari negara negara yang terjangkit virus corona.

“Namun dari hasil observasi sampai berakhir masa dua kali inkubasi mereka tidak terindikasi positif corona dan telah dinyatakan sehat. Tidak benar ada 10 warga jatim terindikasi virus corona,” jelasnya.

Baca:  Sejumlah Negara Yang Dikonfirmasi Telah Terjangkit Virus Korona

Herlin menjelaskan pula dalam antisipasi virus tersebut selain 3 rumah sakit melik pemerintah Provinsi Jatim, sudah ada 70 rimah sakit swasta di Jatim yang siap membantu untuk melakukan penanganan bila ada warga Jatim yang terindikasi virus corona.

“Selain tiga rumah sakit provinsi juga ada 70 rumah sakit swasta yang siap. Rumah sakit swasta ini yang pasti memiliki ruang isolasi seperti Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya,” terangnya.

“Yang terpenting masyarakat mematuhui apa kata bu Gubernur. Tetap tenang jangan panik dan tetap waspada. Serahkan semua pada kebijakan penerintah dalam mengatasi persoalan ini,” lanjutnya.

Sementara itu wakil ketua Komisi E DPRD Jatim Hikam Bafaqih mengatakan Pemprov Jatim perlu koordinasi kembali untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Sudah di depok kita perlu Koordinasi lagi. Kalau sudah ada di depok berarti sudah warning semua daerah di jatim tentu harus ditingkatkan,” pintanya..

Baca:  Update COVID-19 Indonesia, Positif Bertambah 687 Orang, Total 24.538

Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana on call
atau kedaruratan. Hanya saja, dia belum memahami apakah dana on call bisa digunakan untuk membeli alat laboratorium khusus pendeteksi suhu badan orang yang terkena virus corona. Mengingat thermal scanner di Indonesia kurang maksimal mendeteksi suhu orang.

“Tapi tidak tahu dana on call bisa gak untuk beli alat. Yang penting kalau tubuh kita sehat tidak kena,” pungkasnya

Sebelumnya, dua warga Depok terinfeksi virus corona, diumumkan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/3/2020). Keduanya adalah ibu dan anak.

Seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun positif terjangkit virus corona jenis baru (COVID-19).

Baca:  Tentang Virus Corona, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Mikrobiologi

“Ternyata orang yang terkena virus corona ini berhubungan dengan dua orang. Seorang ibu yang umurnya 64 dan putrinya yang berumur 31 tahun dicek oleh tim kita ternyata pada posisi yang sakit,” kata Jokowi.

Menurut penelusuran, dua WNI tersebut terjangkit dari seorang WN Jepang yang berkunjung ke rumah keduanya di Depok.

“Minggu yang lalu ada informasi bahwa ada orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana ternyata positif corona. Tim dari Indonesia langsung menelusuri orang Jepang ini ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu dengan siapa ditelusuri dan ketemu,” ungkap Jokowi. Nang