Begini Cara Sekdes Sumberejo Pucuk Lamongan Meraup Uang Negara

(Katua LPPK Afif Muhammad Menunjukan Pembangunan Jalan Paving yang menggunakan Paving Lama Tidak Sesuai RAB). Foto_Fer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sudah memeriksa beberapa saksi baik terduga pelaku Ahmad Andis sebagai Sekertaris Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk terkait penyelewengan uang negara Dana Desa sebesar 760,65 juta Melalui berbagai pembangunan.

Rencananya pihak Kejari Lamongan dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan di lokasi pembangunan jalan paving, urukan pedel dan sarana olahraga yang menjadi proyek penyelewengan terduga Andis dan kawan-kawan.

Penyelewengan uang negara tersebut bersumber dari anggaran dana desa adalah proyek pembangunan jalan desa, urukan pedel dan sarana olahraga di 4 dusun.

(Pembangunan Baru Sarana Olahraga Sudah Rusak Dan Tidak Sesuai RAB). Foto_Fer

Masing-masing pembangunan seperti pembangunan jalan (Paving) baru sebesar 64,474 juta, pemeliharaan paving 229,513 juta, sarana olahraga100,959 juta, pedel jalan pertanian sebesar 39,85 juta dan masih ada beberapa tempat pembangunan lainnya yang ikut dimarkup oleh terduga.

Baca:  Belasan Pekerja Tertimbun Longsor di Ponorogo

Pintarnya terduga pelaku melakukan pengurangan volume terhadap bahan matrial juga pengunaan paving lama alias bukan baru. Ditambah sarana olahraga yang baru di buat kini sudah rusak retak dibeberapa bagian. Dalam pembangunan keseluruhan hampir rata-rata tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

(Ketua LPPK Lamongan Afif Muhammad Saat di Wawancara Media di Balai Desa Sumberejo, Pucuk). Foto_Fer

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Lembaga Persatuan Pemburu Korupsi (LPPK) Lamongan Afif Muhammad, bahwa terduga pelaku sudah melanggar hukum melakukan markup melalui pengurangan volume matrial terhadap sejumlah pembangunan di 4 dusun.

“Kami sudah laporkan terduga pelaku ke kejaksaan dengan bukti-bukti real kwitansi dan hasil survei hitung ulang pembangunan yang dilakukan terduga dan kawan-kawan”, imbuhnya.

(Urukkan Pedel Jalan Pertanian Di Dusun Patalan Hanya Sedalam 5cm, sementara di RAB 20cm). Foto_Fer

Afif juga menambahkan, terdapat kekurangan volume yang tebalnya tidak ada 20 cm. dan bahkan hanya dipupuri 5 cm sana serta panjangnya kurang 56 meter x 2 meter dan tebal kurang 20 cm.

Baca:  Nozlee Pora, Upacara Perkawinan Unik Petugas Damkar Trenggalek

“Ini yang akan kami laporkan juga pada petugas kejaksaan nanti saat tinjau pemeriksaan di lapangan”, jelas Afif saat melakukan pemeriksaan kedalaman pedel.

(Sample Kedalaman Urukkan Pedel di Jalan Pertanian Tidak Sesuai RAB). Foto_Fer

Ketua LPPK juga menegaskan bahwa akan menyeret sejumlah terduga pelaku lainnya seperti Mantan PJ Kades Sumberejo yang berdinas di Kecamatan Pucuk dan satu terduga lainnya yang melarikan diri ke Kalimantan.

Dari hasil tinjauan tim liputan Kanalindonesia.com bersama ketua LPPK, hasil survei memang membuktikan tiap pembangunan banyak terdapat pengurangan volume dan tidak sebanding dengan jumlah nilai uang yang dikeluarkan terduga pelaku.

Jurnalis : Omdik/Fer
Kabiro. : Ferry Mosses