Warga Kendalkemlagi Lamongan, Manfaatkan Limbah Kayu Jati dan Barang Rongsokan Jadi Miniatur Truk Bernilai Tinggi

 

Salah satu pengrajin miniatur truk di Desa Kendal Kemlagi saat menyelesaikan pekerjannya. foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pada umumnya, limbah kayu hanya dibakar ataupun dibuang begitu saja. Padahal, ada banyak manfaat yang didapatkan dari limbah tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Afandi (48) warga Dusun Kemlagi, Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, limbah kayu berhasil diolah menjadi miniatur truk yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Cukup mudah menemukan tempat tinggal Afandi tersebut. Selain persis di depan rumahnya dilintasi jalan poros yang menghubungkan antara Sukodadi – Paciran (WBL), di lingkungan itu, dia juga memiliki pekerjaan mencari barang bekas (rongsokan), maka dia sering dipanggil dengan sebutan “Fandi Rongsokan”.

Siang itu, di teras rumahnya, pria berkacamata tersebut sibuk menyelesaikan hasil kreativitas tangannya. Dengan menggunakan palu kecil, serpihan kayu ditempelkan di kerangka miniatur truk. Baru dua bulan saya membuat miniatur truk ini,’’ ungkapnya kepada Kanalindonesia.com, Selasa (3/3/2020).

Baca:  Dr Kurniawan Protes Penempatan, Ini Jawaban BKD-PSDM

Afandi menceritakan, awal mulanya dia membuat miniatur truk ini ketika anak angkatnya tidak mau sholat jama’ah ke masjid. Anak angkatnya minta mobil-mobilan yang dimiliki tetangganya yang terbuat dari kayu namun cukup sederhana. Afandi pun meminjamkan mobil yang dimaksud oleh anaknya pada tetangganya.

“Saat itu yang penting anak saya mau pergi jama’ah ke masjid. Dia anak piatu, saya ambil karena ibunya meninggal, jadi saya akan berdosa kalau tidak mendidiknya beribadah,” terang Afandi.

Akhirnya anak angkatnya mau pergi ke masjid, akan tetapi Afandi berpikir untuk membuatkan mobil-mobilan sendiri dan mengembalikan mobil yang dipinjam dari tetangganya tersebut. Pilihannya jatuh pada miniatur truk, karena truk bagi anak laki-laki bisa dijadikan kendaraan muatan dan menarik.

Baca:  Cegah Kecelakaan Lalu Lintas di Jalur Pacet, Satlantas Polres Mojokerto, Gelar Razia Offensif Selektif

Satu miniatur truk yang dimiliki oleh anaknya ternyata menarik perhatian banyak orang sehingga dalam dua bulan terakhir Afandi sudah membuat hampir 20 unit miniatur truk.

Miniatur truk yang sudah selesai di buat itu, selanjutnya oleh Afandi dijual dengan harga yang variatif, yakni tergantung ukuran dan kerumitannya. Semakin besar dan rumit proses pembuatannya, harganya semakin tinggi. Harga perunit, Afandi memberikan bandrol dari kisaran 250 ribu hingga ada yang memiliki harga 1,5 juta.

Beberapa warga Dusun Kemlagi, Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng tersebut mulai belajar kepada Afandi untuk membuat miniatur truk tersebut sehingga banyak warga yang menjadi pengrajin unik memanfaatkan limbah kayu tersebut. Suminto (42) juga warga Kemlagi sekarang mengikuti jejak Afandi, disela-sela waktunya membuat daun pintu dan jendela dia memanfaatkan limbah kayunya untuk miniatur truk tersebut.

Baca:  Dugaan Manipulasi Perizinan Front One Inn Syariah, Mulai Diselidiki Polisi

Sementara itu, Kepala Desa Kendalkemlagi, Iwan Fanani mengatakan, Dia sudah mendengar dan mengetahui kegiatan warganya yang memiliki kegiatan membuat miniatur truk ini. Dia akan mendukung kegiatan warga yang bernilai ekonomi tinggi dengan harapan bisa meningkatkan taraf hidup warga.

“Saya mengharap kegiatan ini tidak hanya sekedar hobi saja, namun harus dilanjutkan dengan peningkatan untuk bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi,” jelas Iwan.

Iwan juga menambahkan, kegiatan pembuatan miniatur truk yang ada di desanya ini juga sudah menghasilkan kelompok sebagai komunitasnya. Mereka menyebutnya dengan MTMC (Miniatur Truk Mlagi Club) dengan ketuanya Afandi.(omdik/fer)