Balai Desa Sumberejo Pucuk Lamongan Tak Layak Disebut Kantor. Kenapa?

(Kondisi Rusak Atap Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk). Foto_Fer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Keberadaan Balai desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur bisa dibilang tak layak disebut kantor. Kenapa bisa? Kita kupas melalui beberapa permasalahan.

Kondisi Balai Desa Sumberejo, Pucuk, terbilang baru ditempati. Selama 10 tahun lamanya, baru 8 bulan balai desa tersebut ditempat sebagai sarana kantor. Sehingga sedikit demi sedikit mantan Kades Taufik mulai melakukan rehab.

Seperti terlihat pada bagian atap bangunan depan atau pendopo yang rusak parah tanpa plafon. Kemudian kantor yang hanya berukuran 10 Meter x 3 Meter bisa katakan tak layak kantor.

Ditambah lagi kondisi tanpa pagar dan fasilitas seperti balai desa lainnya. Namun kondisi ini jauh lebih baik. Sebab, mulai ada penataan seperti pembangunan Mushola secara swadaya, taman, kolam pembibitan ikan dan renovasi pembangunan kantor.

Baca:  Polres Trenggalek Sita Puluhan Botol Miras

Setidaknya tanggung jawab dan tantangan Taufik mantan kades atau petinggi pada periode 2019 lalu cukup besar. Ia berjuang bersama perangkat dan warga untuk pambangunan desanya.

Kini pembangunan desa Sumberejo Pucuk akan terus berlanjut yang diteruskan oleh istri mantan petinggi yang menjadi Kepala Desa Sumberejo. Tekadnya adalah bisa mensejahterakan warganya dan membangun desa lebih maju dan berinovatif.

Dengan tujuan sebagai pelayan, keduanya didukung oleh seluruh masyarakat dan perangkat desa Sumberejo Pucuk untuk kesenjangan ekonomi.

Diharapkan, Skala prioritas pembangunan pedesaan yang berbasis pada pengembangan pedesaan (rural based development) meliputi :

(1) pengembangan ekonomi lokal;

(2) pemberdayaan masyarakat;

(3) pembangunan prasarana dan sarana; dan

4) pengembangan kelembagaan.

Jurnalis : Omdik/Fer
Kabiro. : Ferry Mosses

Baca:  Bertemu Khofifah, Ketua DPD RI Siap Dukung Perpres Percepatan Pembangunan di Jatim