Tim Penertiban Daop 7, Lakukan Normalisasi Perlintasan Sebidang

 

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Keselamatan perjalanan Kereta Api (KA) menjadi perhatian khusus bagi PT KAI, Ixfan hendriwintoko manager humas Daop 7 Madiun menyampaikan dalam data kami menunjukan untuk kejadian kecelakaan diperlintasan sebidang jalur KA selama bulan januari ada 6 kejadian, sedangkan selama bulan februari 2020 sebanyak 5 kali kejadian diantaranya di KM 119 +1 antara stasiun garum-blitar (KA Malioboro tertemper mobil), KM 145 +2 anatara stasiun Ngunut Sumber gempol (KA malioboro tertemper motor), KM 181+7 antara stasiun kediri – ngadiluweh (KA brantas tertemper pejalan kaki), KM 181+256 antara stasiun magetan – geneng di Perlintasan no 15 (Palang pintu tertabrak motor), KM 162+6/7 antara stasiun babadan – madiun (ka sancaka tertemper pejalan kaki)” terangnya”.

Ixfan menjelaskan, sesui undang – undang no 23 tahun 2007 tentang perkeretaapin Pasal 94 :
(1)Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.
(2)Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Terkait keselamatan perjalanan KA tidak hanya bertumpu pada PT KAI semata dalam pasal 173 menyebutkan bahwa masyarakat wajib ikut-serta menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan penyelenggaraan perkeretaapian” Jelas Ixfan”.

Baca:  Evakuasi Gerbong KA sancaka

Guna tercapainya keselamtan perjalanan KA di wilayah Daop 7 Madiun dan meminimalisir adanya kecelakaan di perlintasan sebidang jalur KA, Ixfan menuturkan mulai kemarin senin (2/3) hingga hari ini selasa (3/3) tim penertiban yang terdiri dari unit Jalan rel dan jembatan, bersama unit pengamanan melakukan normalisasi jalur KA yang berpotensi terjadianya kecelakaan antara lain. Pada hari senin (2/3) di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) no 31A di km 197+3/4 Desa Salak petak jalan antara stasiun Ngawi-Kedunggalar dimulai pukul 08.00 sd 11.35 WIB dalam keadaan aman dan lancar.
Normalisasi jalur KA berikutnya dilakukan pada hari ini selasa (3/3) di perlintasan sebidang jalur KA nomor 47 di KM 213+139 Desa Kenteng petak jalan antara stasiun Walikukun-Kedungbanteng mulai pukul 08.00 sd 13.05 juga berjalan aman dan lancar, karena sebelumnya telah dilakukan koordinasi dengan Muspika Kec. Mantingan dan Dishub Kabupaten Ngawi Bpk Agus, terkait solusi keamanan perjalanan KA di km 213+3/4 Desa Kedungmiri Kec Mantingan Kab. Ngawi petak jalan stasiun Walikukun – Kedungbanteng, ada sekitar 29 JPL di kabupaten Ngawi 6 diantaranya terjaga, 10 tanpa rambu, 10 model under pass, dan 3 tak terjaga dilengkapi dengan rambu serta early warning sistym (ews), sedangkan di Kabupaten magetan ada 7 JPL diantaranya 2 terjaga, 4 dilengkapi rambu serta early warning sistym (ews) dan 1 model under pass, “tuturnya”.

Baca:  Gelapkan Mobil, Sales di Madiun Dicokok Polisi

harapan kami dengan normalisasi jalur KA dari perlintasan sebidang tanpa palang pintu atau tanpa penjaga, dan perlintasan tanpa ijin dapat mengurangi hingga meniadakan kecelakaan temperan antara KA dengan pengguna jalan, semoga langkah kami ini bisa di respon positif oleh warga dan pemerintahan setempat, karena sejatinya perlintasan sebidang jalur KA adalah tanggung jawab pemerintah baik pusat maupun daerah, “Pungkasnya”.