Kejari Lamongan Tunda Periksa Penyelewangan Uang Negara Terduga Pelaku Sekdes Sumberejo Pucuk

(Katua LPPK Afif Muhammad Menunjukan Pembangunan Jalan Paving yang Tidak Sesuai RAB). Foto_Fer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pemeriksaan kasus Markup dalam beberapa pembangun di 4 dusun di Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, senilai 760,65 juta yang dilakukan terduga pelaku Ahmad Andis dan Kawan-kawan hari ini, Kamis (5/3/2020) ditunda oleh Kejaksaan Negeri Lamongan.

Padahal hari ini masuk babak pemeriksaan pembangunan seperti Pembangunan jalan (Paving), sarana olahraga dan urugkan pedel. Pemeriksaan ini setelah adanya laporan oleh Ketua LPPK Afif Muhammad bahwa pengerjaan pembangunan jalan, sarana olahraga dan urugkan pedel tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

“Pihak Kejari kemarin hubungin kita kalau menunda pemeriksaan pembangunan di 4 dusun. Katanya ada acara mendadak”, jelas Afif.

Terduga Ahmad Andis dan Kawan-kawan diketahui melakukan markup terhadap pembangunan diantaranya, pemeliharaan paving 229,513 juta, Pembangunan Jalan paving baru 64,474 jt. Pembangunan Sarana olah raga dengan biaya 100,959 jt. Jalan Pedel di dusun patalan dengan volume 487x3meter dengan ketebalan 20cm biaya 48,12jt, Pembangunan jalan pedel pertanian di dusun patalan 600x2m tebal 20cm dengan biaya 39,85 juta.

Baca:  Karena Pandemi, Demokrat Jatim Serahkan Langsung 4 Sapi Qurban ke 4 Mesjid

Kemudian, pembangunan jalan pedel pertanian di dusun Pereng Desa Sumberjo panjang 275x3m tebal 20cm dengan biaya 27,279 meter, pembangunan jalan pedel di lokasi pertanian dusun Pereng Desa sumberjo dengan panjang 310x3m tebal 20cm dan biaya 30,686 juta, pembangunan jalan pedel di lokasi pertanian di dusun pereng desa sumberjo dangan panjangg 129x3m tebal 20cm dengan biaya 13,234 juta serta Pembangunan jalan Pedel pertanian dalam bentuk pedel di dusun patalan desa dengan panjang 600x2m dan tebal 20cm biaya 39,85 juta.

Rata-rata dalam pembangunan jalan paving, jalan Pedel dan pembangunan sarana olahraga telah di markup oleh terduga pelaku dan kawan-kawan. Diantaranya, pembanguna jalan paving yang semestinya dalam RAB menggunakan Paving baru namum dalam pengerjaan menggunakan Paving lama.

Baca:  Siapkan Pondok Pesantren Tangguh, Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Kunjungi Ponpes Ilhamul Qudus

Setelah itu dalam pembangunan sarana olahraga banyak pengurangan volume matrial diantaranya ukuran kedalamannya tidak sesuai, yakitu pengurangan batu kumbung dan sebagainya.

Yang lebih parah, pembangun jalan pertanian dibeberapa tempat dengan menggunakan Pedel juga tidak sesuai RAB. Yaitu semestinya kedalam 20cm hanya 5cm saja.

“Pembangunan jalan Pedel seperti ditaburi saja, jadi tidak sesuai dengan RAB setelah kami ukur bersama warga”, kata Afif.

Ketua LPPK mengatakan akan mengawal perkara ini hingga terduga pelaku menjadi tersangka dalam kasus penyelewengan Uang Negara melalui Dana Desa.

Jurnalis : Omdik/Fer