Mendagri Minta Pemerintah Daerah Membuat “Jurus Silat” Tingkatkan PAD nya

SURABAYA KANALINDONESIA.COM Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai pemerintah daerah masih terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Harusnya kepala daerah mulai memikirkan menambah pemasukan lain guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sekarang ini PAD daerah (provinsi) masih 46 persen menyumbang APBD masing-masing. Meski ada yang PAD cukup tinggi seperti DKI Jakarta dan Jatim. Tapi masih ada yang rendah seperti Papua dan Maluku,” ujar Tito di Surabaya, Rabu 4 Maret 2020.

 

Di kabupaten/kota, kondisinya lebih buruk, rata-rata PAD-nya hanya 20 persen. Artinya 80 persen anggarannya masih sangat tergantung transfer pemerintah pusat.

Meskipun tidak ditampiknya ada beberapa kabupaten/kota seperti Bandung dan Bali yang memiliki PAD cukup tinggi dari pariwisata.

Baca:  Presiden: Guru Menjadi Kunci Pembangunan SDM

Sementara, kondisi terkini gejolak ekonomi global harus segera diantisipasi. Tidak kunjung selesainya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina, serta merebaknya virus corona atau covid-19 tentunya bakal memberi dampak cukup serius.

Pihaknya pun meminta kepala daerah membangun ‘jurus silat’ yang dapat meningkatkan PAD. Sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan pusat. “Teman di daerah (perlu) membangun jurus silat yang bisa mendapatkan peningkatan PAD,” ungkapnya.

Mantan Kapolri ini meminta kepala daerah perlunya menyiapkan strategi pasar dan sumber baru bagi pemerintah daerah. Caranya dengan menggali potensi daerah masing-masing. “Ini butuh seni dan ilmu. Yaitu ilmu kewirausahaan. Potensi SDM dan SDA, wisata lain-lain, sehingga PAD meningkat,” terangnya.

Baca:  Satgas Ingatkan Pemda Tak Lengah Sikapi Zonasi

Tito mengimbau kepala daerah memiliki kemampuan entreuprenership. Ia juga menyarankan mengundang figur yang jago dalam bidang kewirausahaan.

“(Yang bisa) meningkatkan PAD tanpa menabrak aturan yang ada,” tandasnya. nang