Dikepruk Maling Pakai Linggis, Janda Ngawi Trauma

Partinah warga Desa Jambangan dikepruk kepalanya oleh maling pakai linggis

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :  Nasib tragis dialami Partinah (50) janda paruh baya warga  Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Ngawi, trauma karena dikepruk linggis oleh maling yang masuk kerumahnya 28 Desember 2016 pekan lalu.

“Sampai sekarang saya tidak bisa tidur perasaaan takut ada maling lagi. Memang saat itu kepala saya dipukul dengan linggis sampai luka setelah saya melawan,” terang Partinah, Senin (02/01/2017) kemarin.

Kejadian yang menimpa korban saat itu langsung dilaporkan ke petugas Polsek Paron untuk segera ditindaklanjuti. Meski barang bukti berupa linggis maupun sejenis pisau tatah sudah diamankan oleh petugas, hingga kini siapa pelakunya belum terungkap.

Masih kata Partinah, pada malam kejadian dirinya memberi pakan kambing dikandang belakang rumahnya setelah itu dilanjutkan sholat isyak. Usai sholat korban duduk dikursi rumah depan kebetulan seorang diri mengingat suaminya sudah meninggal dan anaknya bekerja di Kota Solo. Saat itulah kejadian tragis dimulai, mendadak korban melihat si pelaku mengacak-acak isi kamarnya.

Karena aksi pelaku diketahui si pemilik rumah kontan saja pelaku yang terindikasi masih usia belasan tahun ini langsung mengayunkan linggis melayang tepat dibagian kepala korban hingga tiga kali. Meski demikian korban masih sempat melakukan perlawanan hingga pelaku lari ke luar rumah tanpa ada barang yang dibawa. Menurut korban, rumahnya memang sering disatroni maling beberapa kali sasaranya uang tunai dan barang-barang berharga lainya.

Sementara itu Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika menjelaskan, pihaknya usai menerima laporan dari korban langsung mengerahkan petugas untuk melakukan olah TKP. Sayangnya, ketika akan dilakukan proses hukum ada informasi jika kasus pencurian yang berujung penganiayaan tersebut akan diselesaikan di internal desa.

Menyusul adanya informasi jika yang berbuat dirumah Partinah sudah diketahui identitasnya hanya saja belum dilakukan pembuktian yang jelas. Namun AKP I Wayan Murtika tetap menegaskan kepada pemuda sekitar rumah korban jangan melakukan tindak kekerasan apapun terhadap terduga pelaku.

“Memang kemarin ada laporan dan langsung ditindaklanjuti hanya saja ada informasi lagi jika kasus itu akan diselesaikan di tingkat desa. Tetapi apabila itu benar sangat kita harapkan kepada pemuda desa jangan main hakim itu saja,” pungkas AKP I Wayan Murtika. (dik)