Pendeta Berbuat Asusila Terhadap Jemaat Akan Segera Dipanggil Polda Jatim

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangie.

SURABAYA,KANALINDONESIA.COM:  Menanggapi pemberitaan adanya dugaan tindak pelecehan seksual dilakukan oleh seorang pendeta di Surabaya terhadap jemaatnya sendiri. Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim bakal memanggil pendeta berinisial HL untuk dimintai keterangan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangie. Namun, terkait kapan surat panggilan dilayangkan kepada pendeta HL, belum dijelaskan perwira menegah yang pernah menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Sulut, karena masih mempelajari kasus ini.

“Masih kita pelajari kasusnya. Pastinya kita akan proses kasus ini,” ujar Pitra saat dikonfirmasi wartawan di Mapolda Jatim, Kamis (5/3/2020).

Menanggapi kasus ini, Pitra menyayangkan adanya seorang pemuka agama atau orang yang dipercaya telah melakukan tindakan kriminal.

“Harus ditangkap itu. Panutan harusnya memberikan contoh yang bagus,” pungkas Pitra.

Baca:  Pastikan Ketersediaan Sembako Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Sumantri Sidak Langsung Ke Pasar

Sedangkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko juga senada dengan Pitra. Dia belum bisa memberikan penjelasan secara detail saat ditanya sejauh mana proses penyelidikan kasus ini.

“Saya pelajari berkas perkaranya dulu ya,” katanya.

Seperti diketahui, pendeta HL ini dilaporkan ke Polda Jatim, lantaran telah mencabuli jemaatnya selama 17 tahun atau sejak korban berusia 9 tahun.

Jeanie Latumahina, aktifis perempuan yang diminta mengawal kasus yang telah dilaporkan ke Polda Jatim pada 20 Februari 2020 dengan nomor LPB/ 155/ II/ 2020/ UM/ SPKT itu menceritakan, terungkapnya kasus ini berawal ketika korban berinisial IW (26) akan melangsungkan pernikahan.

Keluarga IW menyampaikan, bawah pemberkatan pernikahan akan dilangsungkan di gereja yang dipimpin Pendeta HL. Namun dengan histeris IW menolak keras jika pemberkatan dipimpin Pendeta HL.

Baca:  Pakai Telur Busuk, Rumah Produksi Makanan Ringan di Lumajang Digerebek Polda Jatim

“Jadi ketika anak ini akan melangsungkan pernikahan di gereja tersebut, dia menolak. Dia akhirnya menceritakan hal yang semestinya tidak terjadi di tempat ibadah itu,” cerita Jeanie ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Senin (2/3/2020).

Atas terbongkarnya aksi bejat itu, lanjut Jeanie, korban mengalami depresi berat. Menurutnya saat ini yang dibutuhkan oleh korban yakni dukungan dari keluarga dan masyarakat.

“Kehadiran kami disini memberikan support. Karena dia mengungkapkan sesuatu yang semestinya tidak dialami oleh perempuan- perempuan Indonesia, dan saya sangat sedih akan hal ini apalagi dilakukan oleh orang yang semestinya dia menjadi pemimpin dan dia membimbing anak tersebut,” ujarnya.

Baca:  Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Benowo

Jadi, lanjutnya, Jeannie juga menyuarakan untuk perempuan-perempuan Indonesia, ketika mereka mengalami kekerasan dalam bentuk apapun jangan pernah merasa takut untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Karena ada undang-undang perlindungan perempuan dan anak yang mengatur dan memang melindungi hak-hak perempuan dan anak di Indonesia,” tukasnya.

Dirinya juga berharap, pihak kepolisan segera mengungkap kasus ini dengan jelas. Biar tidak ada lagi perempuan di Indonesia jadi korban kekerasan sekssual.

“Pastinya, saya pikir penyidik di Polda Jatim akan mengungkapkan hal ini secara jelas ya. Saya hadir di sini sebagai permintaan dari keluarga korban untuk melihat proses yang sudah dilaporkan di Polda Jatim,” pungkasnya. Ady