Tempat Prostitusi di Ngawi Tak Indahkan Peringatan Satpol PP

Salah satu cewek yang terindikasi PSK di warung esek-esek Dawung

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :Himbauan Pemerintah Daerah (Pemda) Ngawi, kepada pemilik warung yang berada di Alas Malang masuk Kecamatan Karangjati dan Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo Ngawi, untuk menutup yang diduga sebagai praktik prostitusi dengan berkedok warung tidak diindahkan oleh pemiliknya.

Namun yang terjadi sebaliknya, tempat esek-esek ini terutama di Desa Dawung masih seperti biasanya. Mereka masih menyediakan para Pekerja Sex Komersial (PSK) untuk menerima tamu para hidung belang hanya saja terkesan plintat-plintut.

Terbukti dari pengamatan langsung awak media disalah satu tempat prostitusi berkedok warung di Desa Dawung masih ditemukan satu orang cewek yang terindikasi sebagai seorang PSK. Bahkan selama awak media menyamar sebagai penjaja warung sekitar satu jam lamanya salah seorang PSK tersebut sudah mampu melayani tiga tamu pria hidung belang untuk melayani nafsu birahinya, Senin (02/01/2017) kemarin.

Anehnya, saat awak media melakukan basa basi dengan sang pemilik warung atau si pengelola tempat prostitusi ini hanya dijawab dengan enteng. Mereka beralasan tetap buka praktek dengan alasan ekonomi meskipun ada instruksi dari Pemkab Ngawi untuk menutup usahanya itu. Dalam perharinya ujar si pemilik warung rata-rata ada dua sampai tiga cewek yang mangkal untuk menunggu para tamu.

Diterangkan juga jika para cewek yang dimaksudkan itu semuanya berasal dari luar desanya bahkan luar daerah Ngawi. Bahkan beber si pengelola warung, pihaknya sudah buka praktek yang tidak lazim tersebut sudah 30 tahun lamanya, cuma sekarang ini saja ada larangan untuk ditutup.

Terkait masih operasinya tempat prostitusi, Didik Rahmad Purwanto Kepala Satpol PP Ngawi kebakaran jenggot. Padahal jauh hari sebelum deadline penutupan terhitung awal tahun ini pihaknya sudah melakukan langkah persuasive yakni dengan mendatangi tempat prostitusi baik di Alas Malang maupun Dawung.

Kenyataanya saat itu, para pengelola tempat esek-esek tidak akan membuka lagi usahanya meski warung makan dan minum tetap dibuka seperti biasanya. Bahkan kamar-kamar yang diduga kuat sebagai tempat pelampiasan syahwat akan dibongkar sendiri.

“Kalau mereka tetap seperti itu buka praktek tanpa mengindahkan peringatan kita jelas akan dilakukan langkah represif atau tindakan tegas yang melibatkan petugas dari satuan lain bisa Polres Ngawi maupun TNI. Jelas akan kita datangi secepatnya tempat itu akan kita bubarkan paksa,” jelas Didik. (dik)