Congkel dan Pecahkan Kaca Mobil Ketiga Tersangka di Lumpuhkan Oleh Petugas

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Satreskrim Polres Kendal bekerja sama dengan Satreskrim Polsek Pegandon berhasil meringkus tiga orang pencuri yang beraksi di Jalan Raya Putatgede, Desa Gubugsari, Pegandon, Kendal.

Ketiganya adalah Kamaruddin (34) warga Papua Barat, Marco Yan Pongoh (30) warga Sulawesi Selatan, dan Ranto (25) warga Sulawesi Tenggara.

Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana, mengatakan, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan memecah kaca mobil dan membawa kabur uang Rp 150 juta.

Tersangka mencari sasaran atau korban nasabah bank yang melakukan penarikan uang dalam jumlah besar. Mereka lalu membuntuti korban dan memanfaatkan kelengahannya.

‘’Saat korban lengah, tersangka melakukan aksinya dengan mencongkel kaca pintu mobil dan membawa uang yang ditinggal di dalam mobil. Ketiga tersangka kami tangkap di wilayah Cilacap. Kami juga dibantu Polda Jateng dan Polres Banyumas,’’ katanya dalam gelar perkara di Polres Kendal, Kamis (5/3).

Baca:  Ditengah Pandemi Covid-19, Satgas Yonif 411 Kostrad Bagikan Sembako Dan Masker Kepada Warga Kampung Baidub

Ali mengatakan, pencurian itu dilakukan Senin (2/3). Ketiga tersangka datang ke Bank Jateng Kendal dengan mengendarai dua sepeda motor.

Tersangka Ratno masuk ke bank tersebut dan mencari sasaran, sedang dua lainnya menunggu di luar. Setelah melihat ada nasabah mengambil uang dalam jumlah besar, Ratno menghubungi dua rekannya. Mereka lalu mengikuti korban yang mengendarai Mitsubishi Mirage H-9072-KM.

Pada saat korban berhenti dan meninggalkan mobil untuk takziah, pelaku langsung mencongkel kaca pintu mobil sebelah kiri dan memecahkan kaca.

‘’Pelaku mengambil uang yang di simpan di dalam mobil. Korban merupakan guru SMP 1 Gemuh yang ketika itu mengambil uang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),’’ jelas Ali di dampingi Kasat Reskrim AKP Aji Darmawan dan Kasubag Humas AKP Sukarsa.

Baca:  Jelang Peringatan Hari Pahlawan, Putri Pahlawan Nasional Lakukan Ziarah Makam

Kapolres menambahkan, uang hasil curian tersebut mereka bagi tiga. Kamaruddin sebagai otak pencurian mendapat bagian Rp 60 juta, Marco menerima Rp 41 juta dan Ranto diberi Rp 39 juta. Sisanya digunakan untuk operasional pelaku dalam aksinya.

‘’Tersangka kami jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,’’ tegasnya.(Eko)