Polisi Tulungagung Ringkus Spesialis Pembobol Sekolahan

pelaku saat menjalani pemeriskaan di kantor polisi

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Berakhir sudah sepak terjang KM (22) warga Desa Sumberingin, Kecamatan Ngunut. Spesialis pembobol sekolahan ini diamankan tim gabungan dari Polsek Kalidawir dan Polres Tulungagung pada Kamis (05/03/2020) sekitar pukul 19.00 WIB di rumahnya.

Tak hanya itu, pemuda yang kesehariannya bekerja serabutan tersebut juga pernah membobol kantor Desa Betak Kecamatan Kalidawir. Sedangkan sekolahan yang pernah dibobolnya yakni TK Dharmawanita dan SDN 1 Joho Kecamatan Kalidawir. Kini kasus tersebut ditangani anggota unit reskrim polsek setempat.

Kapolsek Kalidawir AKP Santoso melalui Kanit Reskrim Ipda Bambang Kurniawan mengungkapkan, terungkapnya kasus pencurian dengan pemberatan tersebut bermula dari laporan salah satu korban yakni Nica Naning Arista (33) yang juga sebagai pengajar di SDN 1 Joho pada pertengahan Februari yang lalu.

Baca:  Dewan Trenggalek Dukung Usulan Perda Desa Wisata

Ketika itu, korban mengaku tiga unit komputer tablet merk Alcatel 3T8 yang berada di dalam sebuah dus dan sebuah hardisk merk WD Element di dalam almari tidak ada di tempatnya.

“Korban yakin jika barang-barang tersebut dicuri, sebab ditemukan bekas congkelan di pintu almari,” katanya.

Berbekal informasi tersebut lanjut Bambang, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, memang ada indikasi kasus mengarah ke pencurian.

“Namun saat itu petunjuk yang mengarah ke tersangka masih minim,” katanya.

Bambang melanjutkan, setelah beberapa hari melakukan penyelidikan ternyata mulai ada titik terang. Dimana komputer tablet merk Alcatel 3T8 tersebut diketahui sudah dipindahtangankan. Saat ditelusuri, ternyata barang tersebut asal-muasalnya dari tersangka.

Baca:  Meledak, Pasien Positif COVID-19 Ponorogo Bertambah 15, Sembuh 11 Orang

“Jadi barang tersebut sempat berpindah tangan ke tiga orang,” imbuhnya.

Masih menurut Bambang, saat ditangkap di rumahnya, awalnya tersangka mengelak. Namun ketika ditunjukkan bukti dan saksi, ia langsung mengakuinya.

“Saat itu juga tersangka langsung di gelandang ke kantor,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mencuri karena membutuhkan uang untuk biaya hidupnya. Sebab, ia tidak memiliki pekerjaan tetap. Adapun alasan kenapa sasarannya di Kecamatan Kalidawir karena tersangka sempat tinggal di rumah kakeknya.

“Setelah dikembangkan, ternyata ia pernah melakukan hal serupa di Balai Desa Joho dan di TK Dharmawanita,” terangnya.

Bambang menjelaskan, dari ketiga TKP tersebut modusnya hampir sama. Yakni ia menggunakan obeng sepanjang 40 centimeter untuk mencongkel jendela dan almari. Kemudian ia bisa leluasa mengambil barang berharga di dalamnya.

Baca:  Renggut Kesucian Pacar, Karyawan Penjual Sate di Tulungagung ini Berurusan dengan Polisi

Bambang menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga masih menelusuri apakah ada TKP di tempat lain.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 5e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.